JawaPos Radar

Gempa dan Tsunami Sulteng

Gara-gara Rp 1,7 Juta, Direktur RSUD Terpaksa Minta Maaf ke Pengungsi

08/10/2018, 14:50 WIB | Editor: Ilham Safutra
Gara-gara Rp 1,7 Juta, Direktur RSUD Terpaksa Minta Maaf ke Pengungsi
Ilustrasi: Pengungsi gempa dan tsunami Palu, Sulteng. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Dalam kondisi darurat sejatinya semua kebijakan harus diberitahukan kepada seluruh stakeholder. Terutama untuk di rumah sakit. Setiap pasien yang merupakan korban bencana mendapat perlakuan khsusus.

Namun di RSUD Lasinrang, Pinrang, Sulawesi Selatan, perawatnya meminta tagihan kepada pasien korban gempa Sulteng sebesar Rp 1,7 juta. Alhasil pasien itu terpaksa pulang dan tidak melanjutkan perawatan di RSUD tersebut. Direksi RSUD Lasinrang pun bergegas menyelesaikan polemik tersebut. Mereka menegaskan mengembalikan uang pengungsi korban gempa Sulteng itu.

Direktur RSUD Lasinrang dr Makbul Tapa membantah bila pihaknya mempersulit perawatan korban gempa dan tsunami Sulteng. Sejak awal kedatangan, semua pengungsi yang meminta perawatan medis dilayani secara maksimal. "Sudah ada 35 pasien korban bencana asal Palu, Donggala, dan sekitarnya yang kami rawat secara intensif," ungkapnya.

Gara-gara Rp 1,7 Juta, Direktur RSUD Terpaksa Minta Maaf ke Pengungsi
Infografis kebutuhan dasar yang diperlukan pengungsi gempa Sulteng. (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Makbul melanjutkan, polemik muncul karena adanya kesalahpahaman. Petugas yang menangani salah seorang korban bencana belum memahami aturan terkait kondisi tanggap darurat. Petugas itu meminta BPJS pasien. "Padahal, ini kondisi darurat. Jadi, ini miskomunikasi," tegasnya.

Karena itu, pihak rumah sakit meminta maaf kepada Hadayang yang kini menjalani rawat jalan di rumah kerabatnya di Pinrang. RSUD Lasinrang juga menegaskan akan tetap menerima korban gempa dan tsunami Sulteng yang berniat menjalani perawatan.

Kabid Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Cabang Parepare Hamsir menambahkan, pada kondisi bencana, biaya perawatan tidak masuk tanggungan BPJS. Biaya sepenuhnya menjadi tanggungan pemerintah. 

(fik/JPG/c4/fim)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 08/10/2018, 14:50 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 08/10/2018, 14:50 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 08/10/2018, 14:50 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 08/10/2018, 14:50 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 08/10/2018, 14:50 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 08/10/2018, 14:50 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 08/10/2018, 14:50 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up