JawaPos Radar

Penghina Ustad Abdul Somad Resmi Jadi Tersangka

08/10/2018, 14:33 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Kombes Pol Sunarto
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto. (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kasus dugaan penghinaan terhadap Ustad Abdul Somad (UAS) memasuki babak baru. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau telah menetapkan seorang tersangka. Yakni, Jony Boyok yang sebelumnya diduga melakukan penghinaan terhadap UAS di akun Facebook miliknya.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan, penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan alat bukti dan gelar perkara. "Sudah selesai gelar perkara, menetapkan JB sebagai tersangka," kata Sunarto, Senin (8/10).

Meski sudah ditetapkan tersangka, namun penyidik tidak menahan Jony Boyok. Alasannya, tersangka yang berusia 47 tahun itu dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman di bawah lima tahun penjara.

"Ancaman hukumannya di bawah lima tahun, sehingga tidak dilakukan penahanan. Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp 750 juta," jelas mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) tersebut.

Dalam kasus ini, Jony Boyok disangkakan dengan Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) UU ITE. Pasal tersebut berbunyi, “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

Sebelumnya, Jony Boyok dijemput Front Pembela Islam (FPI) Pekanbaru di rumahnya, Jalan Kelapa Sawit, Gang Dolok I, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru, Riau, Rabu (5/9). JB diduga telah menghina UAS di akun Facebooknya. Ia mengunggah foto UAS dan membuat kalimat yang menghina. Postingan itu dibuat pada 2 September 2018 sekitar pukul 12.00 WIB.

Selain sanksi pidana, Jony Boyok juga terancam dikenakan sanksi adat oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). Untuk sanksi adat yang paling berat, Jony Boyok bisa diusir dari Riau atau dikenakan sejumlah denda karena telah menghina UAS yang telah diberi gelar Datuk Seri Ulama Setia Negara.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up