JawaPos Radar

Media Asing Sebut 5.000 Orang Hilang Akibat Gempa Sulteng

08/10/2018, 14:29 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
gempa sulteng, gempa, tsunami palu, gempa sulawesi tengah,
Pihak berwenang mengatakan, sebanyak 5.000 orang diyakini hilang di dua daerah yang terkena dampak sejak bencana 28 September 2018 (AFP)
Share this image

JawaPos.com - Hampir 2.000 jenazah korban gempa bumi Palu, Sulawesi Tengah ditemukan hingga Senin (8/10). Pemerintah menyatakan bahwa kemungkinan jumlah tersebut akan terus meningkat.

Jumlah korban tewas yang begitu banyak ini disoroti media asing sejak awal bencana melanda Palu. Salah satunya Channel News Asia yang memberitakan bahwa jumlah korban tewas telah mencapai 1.944.

"Jumlah itu diperkirakan akan meningkat, karena kami belum menerima perintah untuk menghentikan pencarian mayat," kata Juru Bicara Militer M. Thohir.

gempa sulteng, gempa, tsunami palu, gempa sulawesi tengah,
Harapan untuk menemukan siapapun yang hidup telah memudar dan pencarian orang-orang yang selamat di tengah puing-puing telah berubah menjadi pengumpulan dan penghitungan kematian (AFP)

Pihak berwenang mengatakan, sebanyak 5.000 orang diyakini hilang di dua daerah yang terkena dampak sejak bencana 28 September 2018. Harapan untuk menemukan siapapun yang hidup telah memudar dan pencarian orang-orang yang selamat di tengah puing-puing telah berubah menjadi pengumpulan dan penghitungan kematian.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pencarian resmi untuk yang tidak terhitung akan berlanjut hingga 11 Oktober, mereka akan terdaftar sebagai hilang, diduga tewas.

Pemerintah akan menyatakan bahwa masyarakat tersebut akan dikebumikan di Palu di kuburan massal.
Gopal, yang bibi dan pamannya hilang, mengambil puing-puing, mengetahui bahwa hanya beberapa hari yang tersisa untuk menemukan orang-orang yang dicintainya.

"Bahkan jika mereka (tim pencari) berhenti mencari, kami masih akan mencoba menemukan mereka sendiri," kata pria berusia 40 tahun di Balaroa, salah satu lingkungan yang paling parah terkena bencana.

"Ketika kita tidak bisa lagi melakukannya sendiri, kita serahkan kepada Allah," tambahnya.

Upaya bantuan meningkat untuk membantu 200.000 orang yang membutuhkan. Makanan dan air bersih tidak banyak tersedia, dan banyak yang bergantung sepenuhnya pada bantuan untuk bertahan hidup.

Helikopter telah mengalirkan pasokan ke masyarakat yang terisolasi di luar Palu. Palang Merah mengatakan telah merawat lebih dari 1.800 orang di klinik medis dan memberikan pertolongan pertama di zona bencana langsung.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up