JawaPos Radar

UNS Solo Siap Gratiskan Uang Kuliah Bagi Korban Gempa Sulteng

08/10/2018, 14:14 WIB | Editor: Dida Tenola
UNS Solo Siap Gratiskan Uang Kuliah Bagi Korban Gempa Sulteng
Rektor UNS Ravik Karsidi. (Ari Purnomo/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo siap memberikan keringanan hingga pembebasan uang kuliah kepada mahasiswa yang menjadi korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng). Saat ini pihak UNS sedang mendata para mahasiswa yang menjadi korban bencana tersebut. 

"Dari data yang kami miliki, ada 20 mahasiswa dari Palu yang kuliah di UNS. Saat ini kami masih melakukan pendataan mengenai kondisinya," terang Rektor UNS Ravik Karsidi kepada JawaPos.com, Senin (8/10).

Ravik juga mengatakan, selain melakukan pendataan, UNS juga menunggu laporan langsung dari para korban gempa dan tsunami. Pasalnya, sampai saat ini belum semua mahasiswa dari Palu melapor kepada pihak UNS. "Sampai sekarang belum semuanya melapor, nanti kami lihat kondisinya," katanya.

UNS Solo Siap Gratiskan Uang Kuliah Bagi Korban Gempa Sulteng
Infografis kebutuhan dasar untuk pelayanan pengungsi. (Kokoh Praba Wardani/ JawaPos.com)

Bantuan berupa keringanan hingga pembebasan uang kuliah ini akan diberikan kepada mahasiswa yang menjadi korban bencana. Pasca bencana itu, tidak menutup kemungkinan keluarga mahasiswa kesulitan untuk membayar uang kuliah tunggal (UKT).

Tetapi, kebijakan tersebut baru akan dilakukan sembari menunggu laporan mengenai kondisi para mahasiswa yang menjadi korban bencana. Yang jelas, pihak UNS siap untuk memberikan bantuan keringanan bahkan pembebasan uang kuliah bagi para mahasiswa Palu yang menjadi korban gempa bumi dan tsunami. "Kami siap untuk memberikan bantuan keringanan dan pembebasan uang kuliah bagi korban bencana gempa bumi dan tsunami," tandasnya. 

Sebelumnya, UNS juga menyatakan kesiapannya untuk menampung para mahasiswa dari Palu dan Donggala yang tidak bisa melanjutkan perkuliahan di Universitas Tadulako (Untad) . Hal itu disebabkan karena bangunan kampus rusak, sehingga aktifitas perkuliahan tidak bisa dilanjutkan untuk sementara waktu.

 

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up