JawaPos Radar

Selain Pengeroyokan, Dua Pengeroyok Haringga Dijerat Pasal Pembunuhan

08/10/2018, 13:52 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Selain Pengeroyokan, Dua Pengeroyok Haringga Dijerat Pasal Pembunuhan
Ilustrasi oknum bobotoh yang keroyok Haringga Sirla hingga tewas (Siti Fatonah/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tim penyidik Polrestabes Bandung yang mengawal kasus pengeroyokan suporter Jakmania, Haringga Sirla, 23 mendatangi Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejari) Bandung, Senin (8/10). Kedatangan mereka untuk menyerahkan dua pelaku pengeroyokan Haringga yang masih di bawah umur yaitu ST, 16 dan DN, 16, ke Kejaksaan.

Sebelumnya, dua pelaku yang masih di bawah umur ini hanya dijerat Pasal KUHP 170 tentang penganiayaan. Namun penyidik meminta adanya penambahan Pasal KUHP 338 yaitu pembunuhan.

Ketua tim pengacara pelaku, Dadang Sukmawijaya mengatakan berkas tersebut sedikit ada proses penambahan pasal. Maka saat ini berkas belum dinyatakan lengkap atau masih P19.

"Semula hanya Pasal 170, namun di sisi lain ada informasi dari penyidik harus ada penambahan pasal menyangkut berkaitan dengan Pasal 338. Nanti progresnya, dari penyidikan akan melengkapi berkas-berkas apakah hari ini tahap dua atau masih P19," ungkapnya.

Tapi, kata dia, jika hari ini Senin (8/10), masih P19 dalam artianya berkas belum terlengkapi, maka dua pelaku ini harus keluar dari hukum terlebih dahulu atau ditampung di Lembaga Penyelenggara Kesejateraan Sosial (LPKS) di Bandung.

"Bandung ada LPKS Bahtera yang menampung berkaitan dengan anak-anak yang berhadapan dengan hukum. Kalau hari ini tidak bisa melengkapi P19 otomatis anak ini harus diarahkan di LPKS Bahtera," tuturnya.

Pasalnya jika penahanan, per hari ini dari proses 15 hari penyidikan otomatis proses pelaku harus P21. Sedangkan jika belum lengkap atau masih P19 maka harus dilengkapi dahulu oleh penyidik perihal pemberkasan penambahan pasal KUHP 338.

Untuk diketahui, pelaku dan tim penyidik tiba di Kejari Bandung pukul 10.10 WIB. Hingga pukul 12.00 WIB masih di dalam ruangan pidana umum (Pidum).

"Sementara ini ada di ruangan sedang menunggu proses pemeriksaan dari kejaksaan. Yang mana pemeriksaan ini masih nunggu apakah masih P19 atau P21. Karena di sini ada berkas yang harus dilengkapi oleh penyidik perihal pasal," tandasnya

(ona/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up