JawaPos Radar

Saatnya Memikirkan Sekolah Anak-anak Korban Gempa-Tsunami Sulteng

08/10/2018, 13:46 WIB | Editor: Ilham Safutra
Saatnya Memikirkan Sekolah Anak-anak Korban Gempa-Tsunami Sulteng
Mobil warga yang terseret gelombang tsunami di Palu pekan lalu. (Saipul Anwar/Kaltim Post/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Gedung sekolahnya sudah hancur porak-poranda setelah diguncang gempa dan gelombang tsunami. Bencana itu sudah sepekan lebih berlalalu. Namun demikian, para anak-anak usia sekolah yang menjadi korban bencana tetap meneruskan belajar. Karena itu, pemerintah harus menjamin hak anak untuk memperoleh pendidikan.

Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susianah Affandy menuturkan, dalam keadaan darurat, anak juga harus mendapat pendampingan. Tujuannya, mereka tidak trauma dengan bencana. "Tapi, fasilitas sekolah darurat itu harus benar-benar ada dan aman dulu. Juga, guru-guru mereka harus tersedia," ujar komisioner KPAI bidang sosial dan anak dalam situasi darurat itu.

Dia menuturkan, pemerintah juga perlu segera mendata jumlah siswa yang membutuhkan sekolah darurat. Pendataan dilakukan secara menyeluruh, mulai tingkat SD, SMP, SMA, hingga SMK. Dengan demikian, penempatan sekolah siswa juga bisa lebih tepat. "Pemerintah juga bisa mencarikan sekolah baru untuk siswa yang gedung sekolahnya rusak," tambah dia.

Saatnya Memikirkan Sekolah Anak-anak Korban Gempa-Tsunami Sulteng
Infografis sejarah gempa di Sulawesi Tengah (Rofiah Darajat/JawaPos.com)

Sekolah yang rusak digoyang gempa dan diterjang tsunami akan diganti sementara dengan tenda darurat. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga kemarin (7/10) sebanyak 2.736 sekolah rusak di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi. Sekolah rusak itu bakal diperbaiki dengan pendirian sekolah baru. Tapi, selama masa pembangunan, siswa akan bersekolah di kelas darurat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho menuturkan, pendirian sekolah darurat tentu membutuhkan tenda barak besar. Tenda itu biasanya menggunakan tenda milik BNPB yang berukuran besar, lantas disekat. "Tenda yang besar lebih nyaman untuk siswa belajar," ujar Sutopo.

Dia menyebutkan, sejumlah tenda itu sudah mulai didatangkan ke Palu dan sekitarnya. Sayang, dia belum mendapat laporan detail jumlah tenda untuk keperluan sekolah yang telah tiba. Hanya, banyak tenda berukuran besar yang telah dipakai di Lombok untuk jadi ruang kelas sementara

(jun/c10/oni)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 08/10/2018, 13:46 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 08/10/2018, 13:46 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 08/10/2018, 13:46 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 08/10/2018, 13:46 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 08/10/2018, 13:46 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 08/10/2018, 13:46 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 08/10/2018, 13:46 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up