JawaPos Radar

Pascagempa, Begini Hari Pertama Kerja ASN Pemkot Palu

08/10/2018, 12:35 WIB | Editor: Imam Solehudin
Wali Kota Palu
Wali Kota Palu Hidayat saat memberi instruksi kepada para pegawai negara di halaman dinas Pendidikan Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (8/10). (Issak Ramadan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Wali Kota Palu Hidayat memimpin apel pertama sebagai tanda dimulainya aktivitas kerja para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Senin (8/10). Mereka mulai bekerja di masing-masing instansi pada hari ke-10 pasca bencana melanda Sulawesi Tengah.

Hidayat memberikan isntruksi agar para ASN memulai pekerjaan dengan membersihkan kantornya masing-masing. Pasalnya, kondisi kantor masih berantakan dan banyak tertutup puing-puing bangunan yang runtuh.

“Yang pertama adalah bersihkan kantor semua, karena puing-puing itu di dalam kantor berantakan semua, perabot (barang-barang) apa segala macam. Sebagian untuk membersihkan, merapikan kantor,” ujar Hidayat usai apel di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (8/10).

Sementara sebagian besar mereka membersihkan kantor, dia meminta sisa dari mereka agar turun ke lapangan, mengunjungi posko-posko pengungsian korban bencana. Hal itu untuk memastikan para pengungsi mendapat makanan dan dalam kondisi yang sehat.

“Sebagian lagi tentunya harapan kami supaya turun lapangan, ke 130 titik kumpul orang mengungsi. Pastikan di sana mereka tidak kelaparan, pastikan mereka sehat, pastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup,” tuturnya.

Dia mengaku mengerti atas apa yang dirasakan para ASN saat ini. Mayoritas dari mereka merupakan korban dan juga tengah berduka karena kehilangan anggota keluarganya. Namun, hal tersebut bukanlah halangan untuk bangkit dari keterpurukan.

“Mereka hampir semua kena korban, bahkan istrinya hilang, orang tuanya hilang, suaminya hilang. Kita maklumi itu. Tetapi tadi saya sampaikan mari kita bangun kembali jiwa kita bahkan kalau kita bersedih terus akhirnya kita sakit juga. Oleh karena itu, hari ini kita mulai bekerja,” kata Hidayat.

Seperti diketahui, gempa berkekuatan 7,4 SR disertai tsunami di Palu dan Donggala memakan ribuan korban jiwa. Berdasarkan data terakhir BNPB, Minggu (7/11) pukul 13.00 WIB, korban meninggal dunia kini mencapai 1.763 orang. Dari jumlah tersebut, 1.755 jenazah telah dimakamkan.

Sementara itu, masih ada 152 korban yang tertimbun, 265 korban hilang, dan sebanyak 2.632 orang mengalami luka berat serta masih menjalani perawatan di rumah sakit. Data pengungsi kini mencapai 62.359 orang yang tersebar di 147 titik.

Jumlah tersebut berkurang drastis karena banyak masyarakat yang sudah dievakuasi keluar dari Palu ke daerah lain.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up