JawaPos Radar

Pakai Helm Kolonial di Afrika, Melania Trump Dinilai Tak Berempati

08/10/2018, 15:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
melania trump, melania, kolonial, trump,
Pekan ini, first lady Amerika Serikat, Melania Trump, berada di Kenya untuk tur Afrikanya. Keputusannya untuk tampil di Taman Nasional Nairobi dengan mengenakan helm empulur putih, kemeja putih (The Irish Times)
Share this image

Di Afrika Melania Pakai Helm Simbol Kolonial Dinilai Tak Berempati

 

JawaPos.com - Pekan ini, first lady Amerika Serikat, Melania Trump, berada di Kenya untuk tur Afrikanya. Keputusannya untuk tampil di Taman Nasional Nairobi dengan mengenakan helm empulur putih, kemeja putih dan celana jodhpurs cokelat muda menjadi berita utama di media internasional. Gayanya sangat menggambarkan simbol pemerintahan kolonial dan kurang empati pada perbudakan di Afrika.

melania trump, melania, kolonial, trump,
Keputusan Melania Trump tampil di Taman Nasional Nairobi dengan mengenakan helm empulur putih, kemeja putih jadi berita utama (Carlo Allegri/Reuters)

Dilansir dari Al Jazeera pada Minggu, (7/10), sebagai penulis, Nanjala Nyabola merefleksikan kunjungan Ibu Negara AS ke Kenya, "Kami bercanda, tetapi sangat mengganggu untuk melihat seseorang yang tampaknya percaya bahwa seluruh hidup Anda adalah semacam fantasi kolonial," ujarnya.

Helm empulur sering dipakai oleh penjajah bersama perlengkapan pelindung lainnya, seperti rompi merah dan bantalan tulang belakang (sepotong kain berlapis) yang dikenakan di bagian belakang kaos untuk melindungi sistem saraf dari sinar aktinik yang ditakuti.

Beberapa bahkan memakai helm empulur dan bantalan tulang belakang di dalam ruangan, karena bahkan di bawah atap seng mereka menganggap dalam bahaya konstan dari matahari tropis. Bantalan tulang belakang adalah barang standar dalam peralatan Angkatan Darat Inggris pada awal abad ke-20. 

Helm empulur adalah bagian dari wacana pseudoscientific yang menegakkan kelas, serta dominasi rasial, karena hanya orang kaya yang bisa mengikuti nasihat medis seperti itu.

Rekomendasi medis lainnya termasuk melarang kulit putih melakukan pekerjaan kasar di luar rumah. Mereka hanya menjalankan peran pengawasan, berlibur ke iklim yang lebih dingin secara berkala, dan memulangkan anak-anak kulit putih dari koloni setelah usia lima tahun. Biasanya ke sekolah berasrama swasta yang mahal kembali rumah.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up