JawaPos Radar

Liga 2 2018

Perdamaian Akan Dijaga Kedua Kubu Suporter dalam Derby Aceh Jilid II

08/10/2018, 12:30 WIB | Editor: Agus Dwi W
persiraja banda aceh
Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju (SKULL) siap memenuhi stadion untuk menyemangati punggawa Persiraja. (Ariful Usman/Rakyat Aceh)
Share this image

JawaPos.com - Layaknya sebuah laga derby, suporter kedua kubu pun dipastikan ikut merasakan tensi tinggi dari pertandingan tersebut. Namun, dalam pertemuan Persiraja vs Aceh United, kedua suporter sudah diingatkan jauh hari untuk tidak anarkis dan melakukan provokasi kepada suporter lawan. Lebih mengedepankan perdamaian daripada kerusuhan.

Dalam Derby Aceh Jilid II kali ini, kedua kubu suporter akan lebih mengedapankan adu dukungan, dibanding adu ejekan. Hal ini disampaikan oleh ketua suporter kedua tim kepada Rakyat Aceh, Minggu (7/10).

Dari Persiraja, Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju (SKULL) siap memenuhi stadion untuk menyemangati penggawa Persiraja demi kesuksesan meraih poin penuh. Ketua SKULL, Teuku Iqbal Djohan berharap ada lebih banyak lagi anggota SKULL yang hadir di laga nanti.

"Dukungan SKULL seperti biasa pada laga-laga kandang lainnya. Tapi kami berharap lebih banyak anggota yang hadir pada derby nanti. Agar dukungan untuk Persiraja semakin kuat, mengingat laga nanti juga laga penting yang menentukan lolos atau tidaknya Persiraja ke 8 besar," sebutnya.

Di pihak pendukung Aceh United, The Poemeurah memastikan tidak akan ada aksi khusus di Derby Aceh Jilid II. Ketua The Poemeurah, Mahdi mengaku sudah mengingatkan anggotanya untuk menjaga hubungan baik yang sudah terjalin selama ini dengan suporter Persiraja. 

"Aksi tektrikal mungkin tidak ada, walaupun ini laga derbi. Tapi saya sudah ingatkan baik pada anak-anak maupun Koordinator Lapangan untuk tidak anarkis, walaupun ada provokasi dari penonton. Karena hubungan The Poemeurah dengan SKULL saat ini berjalan baik," jelasnya.

Mahdi menambahkan, untuk laga derby nanti, akan ada penambahan suporter The Poemeurah dari distrik Bireuen. Ia menyebutkan, para suporter yang berhadir berkisar satu armada Bireuen Express (BE).

"Kali ini kami akan ada tambahan suporter dari distrik Bireuen. Yang sudah dilaporkan ke saya oleh korlap Bireuen, berkisar satu bus BE," sebutnya.

Kala disinggung tensi yang tampak panas di media sosial bagi kedua suporter, kedua Ketua Suporter ini memiliki harapan yang sama. Mereka berharap semua pihak bisa menahan diri.

Biarlah hasil pertandingan ditentukan oleh perjuangan kedua tim, siapa yang ulung, layak menang. Keduanya pun memaklumi tensi kali ini lebih panas, mengingat kedua tim butuh kemenangan di ujung kompetisi.

"Suporter cukup mendukung 90 menit dari pinggir lapangan. Karena kalau suasana sebelum pertandingan sudah panas tentu akan berpengaruh ke tim, laga bisa kasar bahkan brutal. Kita tidak ingin kejadian seperti yang pernah menimpa Akli terulang lagi saat derby Persiraja vs PSAP. Persiraja dengan Aceh United belum ada sejarah permusuhan. Jadi jangan dimulai, harus diredam segera. Karena masalah kecil kalau dibiarkan dan terus dikompori bisa terus menjadi besar," harap Iqbal.

Hal senada turut disuarakan Mahdi. Apa yang terjadi di media sosial kiranya tidak berbuntut di pertandingan. Ia tak ingin hanya karena fanatisme buta, justru tercipta permusuhan. Ia mengingatkan bahwa baik Persiraja maupun Aceh United itu sama-sama masyarakat Aceh.

"Walaupun di medsos saling nyiyir antara Aceh United dan Persiraja, tapi anak-anak saya ingatkan jangan terprovakasi. Kita ini saudara, damai itu lebih indah. Jangan hanya karena fanatisme 90 menit, hilang persaudaraan," pinta Mahdi. 

(mag-81/rif)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up