JawaPos Radar

Keren, Batik Alami Asli Malang Jadi Souvenir Eksklusif Brand Hermes

08/10/2018, 10:57 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Keren, Batik Alami Asli Malang Jadi Souvenir Eksklusif Brand Hermes
Rahmi menunjukkan salah satu kain batik organik yang biasa dia kirimkan ke perusahaan Hermes di Paris. (Fiska Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Jumlah perajin batik di Kota Malang memang terbilang cukup banyak. Namun, siapa sangka jika salah satu produk mereka sudah menjadi langganan brand fashion ternama, Hermes. Bahkan batik tersebut dijadikan souvenir eksklusif bagi tamu yang berkunjung ke pabrik Hermes di Paris.

Ya, batik itu merupakan karya dari Rahmi Masita, 56, seorang perajin batik asli Malang. Batik karya Rahmi diberi nama batik organik. Nama tersebut bukan tanpa alasan, hal itu dikarenakan Rahmi menggunakan bahan-bahan alami dalam proses pewarnaan batiknya. Seperti kulit kayu mahoni, kulit buah jelawe, dan kulit kayu secang. 

Hal itu pula yang membuat batik berbahan sutra karya Rahmi terpilih untuk menjadi souvenir eksklusif oleh salah satu brand fashion ternama di dunia, yakni Hermes. Ibu dua anak itu mengatakan, batik organiknya tersebut biasa diberikan sebagai  souvenir untuk tamu eksklusif yang datang ke pabrik Hermes di Paris.

"Mereka (menjadikan) untuk souvenir, tidak dijual. Kebanyakan diberikan ke siapa (tamu). Eksklusif," ujarnya saat ditemui JawaPos.com, Minggu (7/10)  

Rahmi menceritakan, awal mula kerjasamanya dengan Hermes yakni pada saat ada kegiatan semacam Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan multi Internasional yang memproduksi berbagai jenis makanan dan minuman, Danone sekitar 2014 lalu. 

"Ada kegiatan CSR dengan lingkungan. Mereka kerjasama dengan Danone. Dan produk kami yang mewakili dari Danone. Jadi mereka banyak membantu untuk penanaman mangrove terutama di daerah Sumatera k ," terangnya.

Pada kegiatan itu, Danone juga mengajak perusahaan Hermes. Kemudian dari situlah, Hermes pertama kali melihat produk batik organik milik Rahmi. "Mereka melihat produk kami ternyata membatik dengan pewarnaan alami. Jadi mereka tertarik untuk mempelajari warnanya," ujarnya.

Setelah itu, Rahmi kemudian diajak untuk berkunjung ke pabrik Hermes yang berada di Paris. Disana, Rahmi melihat pembuatan scarf yang ternyata pewarnaannnya dari hasil sablon. "Disana juga diajarai cara melipat scarf. Jadi benang untuk satu kain tidak boleh putus," lanjutnnya.

Setelah pulang dari Paris, Hermes kemudian mulai bekerja sama dengan Rahmi. "Pertama kali kerjasama 4 tahun lalu. Mereka hanya minta kain batik sutra saja. Saya juga kurang tahu mau dijadikan apa. Apakah tas, scarf, atau dasi," kata dia.

Setiap bulannya, Rahmi biasa mengirimkan 10 lembar  kain batik organik ke pabrik Hermes. Sementara untuk satu lembar batik dibanderol dengan harga Rp 5 juta. 

Rahmi mengungkapkan, tak jarang dirinya juga menerima pesanan motif batik. "Biasanya motifnya dibikin bangunan istanbul Turki, atau Paris," imbuhnya. 

Hingga saat ini, Rahmi masih rutin untuk mengirimkan produk batik organik ke Paris. Bahkan, pada bulan November mendatang dirinya juga akan kembali berkunjung ke Paris. "Mereka juga ingin kesini, mau lihat proses seperti apa," terangnya.

Rahmi juga menyampaikan jika dirinya berencana untuk ikut dalam gelaran fashion week di Paris. "Insha allah tahun depan ke Paris," imbuhnya.

Batik karya Rahmi sendiri memang terbilang unik dan satu-satunya yang ada di Malang. Hal itu dikarenakan Rahmi menggunakan bahan-bahan alami untuk pewarnaan batiknya. Batik itu sendiri dibanderol mulai harga Rp 300 ribu hingga Rp 5 juta. Semakin sulit pewarnaannya, maka akan semakin mahal harganya.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up