JawaPos Radar

Calon Polisi Tertipu Ratusan Juta, Pelaku Ditangkap di Bogor

08/10/2018, 08:36 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
polisi tertipu
Ilustrasi: topi polisi. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Calon polisi masih saja percaya pada peran calo. Korban bahkan tertipu ratusan juta rupiah. Praktik penipuan ini diungkap Polres Sidrap, Sulawei Selatan. Pelaku ditangkap di Bogor, Jawa Barat.

Kapolres Sidrap AKBP Ade Indrawan mengatakan, pelaku atas nama Salehuddin diduga melakukan aksi penipuan pada perekrutan Bintara Polri 2017 lalu. Salah satu korbannya warga Kecamatan Baranti, Sidrap, Saharuddin. Modusnya menjanjikan kelulusan.

"Korban mengaku sudah mengirimkan beberapa kali uang ke rekening pelaku. Namun janji untuk meluluskan anak korban tak kunjung terealisasi," ungkapnya, Minggu (7/10), sebagaimana dikutip dari FAJAR (Jawa Pos Group).

Ade menjelaskan, korban kemudian melaporkan kejadiannya pada 29 Maret lalu karena tidak ada iktikad baik pelaku. Pelaku akhirnya bisa dibekuk Jumat (5/10) lalu di kawasan Pabaton, Kota Bogor, Jawa Barat.

Penangkapan dibantu tim Resmob Polda Metro Jaya dan Jatanras Polresta Bogor. "Pelaku kini sudah ada di Polres Sidrap diamankan untuk penyidikan lebih lanjut," terangnya.

Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Jufri Natsir menambahkan, pelaku sebenarnya merupakan warga Makassar. Ia mengaku sebagai pengusaha ternama di Jakarta. Pelaku dan korban bertemu di salah satu warkop di Malengkeri, Makassar pada April 2017 lalu.

"Korban dikenalkan ipar korban, Akbal yang kebetulan teman pelaku. Syaratnya, korban harus menyerahkan uang sebanyak Rp 450 juta. Pelaku menjanjikan kelulusan anak korban sebagai polisi," bebernya.

Kata Jufri, pelaku mengakui perbuatannya. Dia pun menerima sejumlah uang dari korban dan Akbal. Itu ditransfer korban beberapa kali ke rekening pelaku.

"Kasus penipuan penerimaan Bintara Polri beberapa kali terjadi dan warga Sidrap jadi korban. Padahal seleksinya dipastikan gratis alias tanpa dipungut biaya apa pun," terangnya.

Korban, Saharuddin, mengaku terpengaruh karena pelaku mengaku sebagai pengusaha ternama di Jakarta. Gayanya menyakinkan. Pelaku mengatakan punya banyak kenalan yang bisa meloloskan anaknya seleksi penerimaan Polri.

"Saat itu saya berkenalan saat anak saya sementara mengikuti proses seleksi. Diperkenalkan Akbal di Makassar," bebernya.

Ia lalu menyanggupi syarat sejumlah uang. Saharuddin menyetor uang Rp 445 juta. Sialnya, anaknya justru tak lulus. Terlanjur kecewa, Saharuddin memilih melaporkan pelaku ke Polres Sidrap.

(fab/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up