JawaPos Radar

Minim Sentimen Positif di Dalam Negeri, Tekanan ke Rupiah Masih Kuat

08/10/2018, 07:59 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Minim Sentimen Positif di Dalam Negeri, Tekanan ke Rupiah Masih Kuat
Ilustrasi penukaran uang di sebuah money changer (DOK.DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)
Share this image

JawaPos.com - Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diharapkan dapat mulai berkurang pelemahannya untuk dapat berbalik arah menguat. Paling tidak, pelemahan menjadi terbatas mengingat pergerakan Rupiah yang telah berada di area oversold-nya.

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, pergerakan dolar Paman Sam pun terlihat melambat setelah dirilisnya angka pertumbuhan gaji (nonfarm payrolls) AS yang naik di bawah ekspektasi.

“Diperkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 15.182-15.169,” ujarnya, Senin (8/10).

Reza menjelaskan, pergerakan Rupiah masih mengalami pelemahan seiring belum adanya sentimen positif dari dalam negeri. Masih adanya kekhawatiran akan kembali meningkatnya laju USD seiring dengan adanya sejumlah data-data AS yang akan dirilis membuat pelaku pasar mengambil posisi kembali pada USD.

“Tidak hanya itu, kenaikan harga minyak mentah dunia dan kembali turunnya cadangan devisa turut memicu pelemahan laju Rupiah,” tuturnya.

Menurutnya, adanya penilaian terhadap Indonesia sebagai negara nett impor minyak, Indonesia dinilai lebih banyak memerlukan USD sehingga akan menggerus devisa semakin banyak.

Bahkan dengan adanya konsekuensi penurunan cadangan devisa dan potensi meningkatnya defisit transaksi berjalan membuat Indonesia dikhawatirkan akan bernasib seperti Turki dan Argentina yang mengalami krisis karena defisitnya tidak baik. Adapun harga minyak mentah menjadi penyebab utama defisit pada neraca berjalan yang kian melebar.

Dimana pada kuartal II-2018, defisit transaksi berjalan mencapai angka 3 persen dari GDP yaitu sebesar USD 8 miliar, lebih tinggi dibanding dengan kuartal sebelumnya sebesar USD 5,7 miliar atau 2,2 persen dari PDB.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up