JawaPos Radar

Langkah Alfamidi Saat Gerainya Ambruk Diterjang Gempa Palu

08/10/2018, 07:28 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Langkah Alfamidi Saat Gerainya Ambruk Diterjang Gempa Palu
Minimarket rusak parah (Issak Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Musibah bencana gempa bumi dan Tsunami di Palu, Sulawesi Tengah tak hanya menelan banyak korban. Krisis bahan pasokan makanan membuat masyarakat yang menjadi korban terpaksa mengambil makanan di gerai-gerai minimarket untuk mengisi perut yang kosong serta bahan kebutuhan mereka untuk bertahan hidup.

Para peritel bukan hanya mengalami kerugian dari rusaknya bangunan, namun juga kerugian atas hilangnya barang-barang yang mereka jual, termasuk anak usaha PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), PT Midi Utama Indonesia (Alfamidi).

Direktur Utama Alfamart Hans Prawira menyampaikan duka yang mendalam atas kejadian musibah tersebut dan memilih mengevakuasi korban khususnya para pekerja atau karyawan perusahaan yang menjadi korban bencana gempa.

Langkah Alfamidi Saat Gerainya Ambruk Diterjang Gempa Palu
Minimarket rusak parah (Issak Ramadhan/JawaPos.com)

Hans menekankan, tidak ada satupun outlet Alfamart di Palu, yang ada hanyalah sebanyak 41 gerai Alfamidi yang merupakan manajemen terpisah dari induk usaha Alfamart. Pihaknya lebih memilih untuk membantu para karyawannya yang menjadi korban terlebih dahulu ketimbang menghitung kerugian perusahaan.

“Saya kira dalam kondisi berduka saat ini, fokus kami lebih kepada evakuasi korban dan pemulihan kondisi lapangan supaya bisa secepatnya melayani masyarakat Palu yang sangat membutuhkan kebutuhan sehari-hari. Mengenai hitung-hitungan kerugian dan lain-lain masih dievaluasi dan rasanya kurang tepat kita bicara ini dalam kondisi saat ini,” ujarnya kepada jawapos.com beberapa waktu lalu.

Hal senada juga dikatakan oleh Direktur License dan Corporate Affair Sumber Alfaria Trijaya, Solihin. Atas nama Alfamidi, Solihin menjelaskan, saat ini tengah berfokus pada evakuasi seluruh karyawan dan pemulangan karyawan yang asalnya berada dari luar Palu.

“Sudah habis. Tak ada yang tersisa baik di gerai-gerai toko kami, maupun di distrik Center (gudang suplai),” ujar Solihin.

Solihin menjelaskan, total gerai ada sekitar 41 toko Alfamidi. Akibat musibah gempa, tiga diantaranya mengalami kerusakan berat artinya rata dengan tanah, hancur. Salah satu toko tersebut menimpa lima orang karyawan yang sedang bekerja.

“Berhasil dievakuasi 5 orang meninggal dunia dalam reruntuhan,” tuturnya.

Solihin mengaku, seluruh kerugian mencapai angka miliaran rupiah. Namun, pihaknya juga belum sepenuhnya menginventarisasi kerugian perusahaan terkait barang-barang yang diambil oleh masyarakat akibat krisis makanan saat terjadinya gempa.

“Ini adalah musibah dan kami juga kena bencana itu kami kena berduka dan prihatin. Satu toko Rp 300 juta minimal. Barang dagangan bukan inventaris diluar komputer dan AC. Begitu juga dengan persediaan toko kita nilai segitu (miliaran),” ucapnya.

Solihin juga menyebut, saat ini perusahaan juga berfokus pada penyaluran bantuan meskipun terkendala transportasi dan konektivitas.

“Kalau sejak awal saja dengan musibah kita bertekad memberikan bantuan yang didatangkan dari daerah terdekat disana tapi kan masih dalam keadaan yang sulit termasuk transportasi. Kita memberikan termasuk paling cepat hanya saja Kemaren karena terputusnya komunikasi dan sinyal maka cara mengirim bantuan dari luar palu dan transportasi yang terjadi barang-barang juga ga ada disana, tuturnya.

Selain itu, Solihin juga mengaku, pihaknya juga belum ada koordinasi dari pemerintah dalam hal penyediaan makanan di gerai-gerai yang membuat masyarakat berbondong-bondong mendatangi gerai perusahaan.

“Saya enggak bisa komentar karena enggak ada koordinasi langsung oleh pemerintah. Seperti yang saya bilang orang berbondong-bondong datang ke gerai kita mengambil barang yang dia mau. Mungkin kalau dikatakan penjarahan kurang pas karena kepepet, koordinasi dengan pemerintah engga ada. Semua juga sudah terjadi. Kita ingin jadi bagian dengan kondisi yang sama-sama tidak bisa diinginkan,” jelasnya.

Proses evakuasi seluruh 500 karyawan di Palu masih masih terus dilakukan, termasuk diantaranya 50 karyawan yang berasal diluar Palu. Solihin mengaku, jaringan komunikasi dan transportasi masih menjadi kendala.

“Keluarga (karyawan) yang kita tempatkan disana yang kita kirim diluar Palu ada sekitar 50-an yang keluarganya minta dipindahkan dulu dari kota Palu. Kita fokus disitu dulu supaya warga juga sudah lebih tenang,” imbuhnya.

Solihin menyampaikan, setelah evakuasi dilakukan, perusahaan akan berbenah kembali membangun gerai-gerai yang rusak. Dalam waktu dekat mereka akan mengirim tim untuk melakukan atas sarana-sarana yang rusak dan perlu diperbaiki.

“Setelah tim yang akan kita kirim sampai disana, nantinya baru diketahui setelah dilakukan verifikasi,” tandasnya.

(mys/JPC)

Alur Cerita Berita

Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 08/10/2018, 07:28 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 08/10/2018, 07:28 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 08/10/2018, 07:28 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 08/10/2018, 07:28 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 08/10/2018, 07:28 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 08/10/2018, 07:28 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 08/10/2018, 07:28 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up