JawaPos Radar

Sedih, Ini 5 Kondisi Paling Ngenes Saat Pisah dengan Pasangan

08/10/2018, 07:40 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
putus cinta, tips putus cinta, dampak putus cinta,
Ilustrasi. Ada lima kondiri yang dialami seseorang ketika patah hati. (News Magazine)
Share this image

JawaPos.com - Tegar dan kuat adalah kata-kata semangat yang diberikan jika sedang patah hati. Selain sakit hati, pisah dari pasangan membuat siapa saja sulit menerima, berpindah ke lain hati (move on), dan ikhlas.

Berapa lama sih waktu untuk move on? Dan apa yang biasanya dialami seseorang yang patah hati?

Dilansir dari YourTango, Minggu (7/10), mereka yang telah melalui perpisahan membutuhkan proses panjang untuk penyembuhannya. Sayangnya, tidak ada formula yang tepat untuk menentukan secara pasti berapa lama Anda harus terpuruk meratapi masa-masa itu.

putus cinta, tips putus cinta, dampak putus cinta,
Ilustrasi. Seseorang yang putus akan banyak merenung. (Istimewa)

Sebagai contoh, temuan dari satu studi 2015 yang diterbitkan dalam The Journal of Positive Psychology mengungkapkan bahwa kebanyakan orang bisa ikhlas dan menerima segala kondisi menyedihkan itu setelah 11 minggu (atau tiga bulan). Sedangkan hasil dari studi 2017 yang lebih baru mengatakan rata-rata seseorang butuh 18 bulan untuk bisa bangkit kembali. Sebab, setiap orang yang baru saja pisah dengan pasangan pasti mengalami lima kondisi buruk. Apa saja?

Hancur Seperti Sakit Kronis

Dalam era Jaminan Kesehatan Nasional ada penyakit yang dinamakan katastropik. Penyakit kronis menahun yang berbiaya tinggi. Seperti itulah gambaran patah hati. Rasa sakit dan emosi membuat seseorang tak berdaya, dan pesimis, seperti sedang menderita sakit kronis. Pasti mengalami rasa sakit dan depresi hingga sengsara dalam prosesnya.

Merenung atau Meratapi

Terlalu sering merenung, melamun, dan menyendiri. Dipenuhi pikiran menyalahkan diri sendiri. Terobsesi dan tak bisa menerima apa yang sedang terjadi.

Menolak Untuk Menerima

Sulit menerima bahwa hubungan sudah berakhir. Untuk benar-benar melupakan. Selalu berharap mendapat kesempatan untuk rekonsiliasi. Seseorang akan terus menyiksa diri dan menutup diri.

Kehilangan Krisis Identitas

Bayangkan jika pasangan sudah terjalin erat selama bertahun-tahun lalu pisah. Pasti mereka akan kehilangan separuh jiwanya. Mereka akan mengalami krisis identitas setelah putus cinta. Seolah mereka kehilangan jati diri tanpa hati separuhnya lagi.

Menangis Tak Henti-hentinya

Bersandar pada teman adalah bagian dari proses penyembuhan bagi kebanyakan orang setelah perpisahan yang menyakitkan. Teman terpercaya bisa menjadi sandaran bahu untuk menangis dan pendengar yang sabar, terutama di tahap-tahap awal. Apalagi jika perpisahan dilandasi kesalahan sendiri. Tentu penyesalan yang tiada akhir.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up