JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ikuti Arahan JK, Masa Tanggap Darurat Sulteng Diperpanjang Dua Bulan

07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Ikuti Arahan JK, Masa Tanggap Darurat Sulteng Diperpanjang Dua Bulan
Warga melintas di jalan yang menghubungkan Kota Palu dan Kabupaten Sigi yang rusak pascagempa, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10/2018). Rusaknya jalan yang menghubungkan dua daerah tersebut menyulitkan tim evakuasi menjangkau titik lokasi gempa. (Issak Ramadhan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempertimbangkan usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa 7,4 SR yang disertai tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga dua bulan ke depan.

“Ada kemungkinan nanti dua bulan. Berdasarkan pengalaman juga otoritas yang dimiliki (JK),” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu (7/10).

Menurutnya, kemampuan JK dalam menangani bencana sudah terbukti sejak tsunami melanda Aceh pada 2004 silam. Tak hanya itu, JK juga pernah menjadi Kepala Bakornas sebelum BNPB lahir.

“Pak JK yang sudah punya penanganan dalam bencana, tsunami Aceh, gempa Jogja, gempa Sumatera Barat, termasuk bencana lainnya. Apalagi beliau dulu sebelum jadi wapres menjabat sebagai Kepala Bakornas. Kemudian juga pernah menjadi Ketua PMI,” tuturnya.

Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuknya sebagai pemimpin penanggulangan bencana Sulteng. “Dalam penanganan bencana di Sulawesi Tengah, presiden sudah menunjuk bahwa pemimpinnya itu adalah Pak JK,” kata Sutopo.

JK sendiri juga sudah beberapa kali mengunjungi tempat kejadian selama sembilan hari pasca bencana terjadi. Meski telah meminta masa tanggap darurat diperpanjang dua bulan, keputusan resmi baru akan diambil usai koordinasi yang dilakukan pihak-pihak terkait.

“Namun demikian, untuk penetapan masa darurat tadi nanti akan dibahas dalam rapat koordinasi. Jadi masa darurat itu hanya untuk administrasi, memudahkan kita kemudahan di dalam akses penanganan,” katanya.

Dia menjelaskan, saat gempa mengguncang Sumatera Barat pada 30 september 2009, masa tanggap darurat sejak awal ditetapkan selama tifa bulan. Namun kemudian, pelaksanaan dapat diselesaikan hanya dalam dua bulan. Dengan kondisi tersebut, masa tanggap darirat diperpendek.

“Jadi penetapan masa darurat tadi status darurat tadi bisa diperpanjang bisa diperpendek sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, masa tanggap darurat bencana akan selesai pada 11 Oktober mendatang, atau tepatnya 14 hari pasca kejadian, yakni sejak Jumat (28/9). Meski begitu, pihaknya masih berdiskusi untuk menentukan perpanjangan waktu evakuasi.

“Ditargetkan 11 oktober evakuasi selesai dilakukan. Evakuasi terus dilakukan sampai 11 oktober itu sudah dua minggu (pasca kejadian). Jika (korban) tidak ditemukan, dinyatakan hilang,” tegas Sutopo.

Editor           : Saugi Riyandi
Reporter      : (yes/JPC)

Alur Cerita Berita

Napi Lapas Palu Serahkan Diri ke Rutan Solo 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
RSU UMM Kirim Empat Tenaga Medis ke Donggala 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
PMI Dirikan Klinik Lapangan di Donggala 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Pencarian Korban Gempa Sulteng Dihentikan 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Korban Tewas Gempa Sulteng Capai 2.037 Orang 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
3 Daerah di Sulteng bakal Dibangun Monumen Gempa 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Usai Gempa Sulteng, Polri Aktifkan Layanan 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
UNS Siap Tampung Mahasiswa Korban Gempa Sulteng 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
73 Pengungsi Asal Palu Tiba di Malang 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Penyebar Hoax Soal Gempa Sulteng Ditangkap 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Gempa Sulteng, Pemprov Jateng Kirim 100 Relawan 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Polres Malang Kota Galang Dana Setiap Apel Pagi 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Pemprov Sumsel Akan Sumbang Beras ke Sulteng 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Gempa Sulteng, Jateng Siap Kirimkan Tenaga Medis 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Alasan Korban Gempa Sulteng Menjarah Minimarket 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Bulog Kirim 5 Ton Daging ke Palu dan Donggala 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
800 Kg Rendang untuk Korban Gempa Sulteng 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
UAS Pimpin Salat Gaib untuk Korban Gempa Sulteng 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Tangani Gempa Sulteng, Diperlukan Triliunan Dana 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Jumlah Pengungsi di Kota Palu Capai 16.723 Orang 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Tsunami Sulteng Tingginya Mencapai 6 Meter 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Korban Gempa Palu: Tolong Doakan Kami! 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
BNPB: Mayoritas Gempa Terjadi Saat Akhir Pekan 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Tsunami di Palu Disebabkan Karena Dua Faktor 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
BNPB: Jalur Darat Palu ke Poso Lumpuh 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Takut Gempa Susulan, Warga Palu Tidur di Jalanan 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
48 Korban Meninggal Dunia Gempa Sulteng 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Jokowi Terus Pantau Gempa dan Tsunami di Sulteng 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Gempa Susulan Masih Terjadi di Donggala 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
BMKG Cabut Status Potensi Tsunami Gempa Donggala 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Gempa Donggala, 1 Warga Meninggal Dunia 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Gempa 5,9 SR Guncang Donggala, Warga Berhamburan 07 Oktober 2018, 22:51:58 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up