JawaPos Radar

Bukan Hanya soal Ratna Sarumpaet, Elite PSI Beber 3 Hoax Prabowo

07/10/2018, 21:29 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Prabowo Subianto, Ratna Sarumpaet, Prabowo Subianto Hoax
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pada awak media di rumahnya terkait penganiayaan yang menimpa Ratna Sarumpaet. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kasus kebohongan pengeroyokan Ratna Sarumpaet dinilai bakal berimbas pada elektoral pasangan capres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Hal itu diungkapkan Ketua Tim Kampanye Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman.

Menurut dia, kebohongan Ratna akan memengaruhi pemilih Prabowo-Sandi. Pasalnya, meski sudah meminta maaf, Prabowo sempat ikut menyebarkan berita bohong pengeroyokan Ratna. Apalagi, lanjut Andi, penyebaran hoax (kabar bohong) tersebut bukan kali pertama yang dilakukan mantan Danjen Kopassus itu.

Andi mencatat Prabowo sudah tiga kali menggunakan kabar bohong menjadi dasar pengambilan sikap. Pertama, kata dia, terjadi pada pemilihan presiden 2014 lalu. Jenderal berjuluk 08 itu dianggap menyebarkan hasil quick count palsu.

Prabowo Subianto, Ratna Sarumpaet, Prabowo Subianto Hoax
Ketua Tim Kampanye Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman (kanan) di Kantor SMRC, Jakarta, Minggu (7/10). (Igman)

"Dia menggunakan hasil survei yang ternyata jauh berbeda dengan hasil KPU dan hasil survei-survei lainnya. Dibilang Prabowo menang, sementara hasil survei sebaliknya dan tidak terbukti di KPU," kata Andi di Kantor SMRC, Jakarta, Minggu (7/10).

Kedua, menurut Andi, Prabowo pernah memprediksi Indonesia bakal bubar pada 2030. Dasar ucapannya itu belakangan diketahui dari novel fiksi karangan PW Singer dan August Cole. Menurutnya, karangan fiksi tidak dapat menjadi dasar untuk mengeluarkan pernyataan.

"Indonesia akan bubar ini juga contoh lain kualitas kepemimpinan atau leadership Pak Prabowo diuji, bagaimana dia menggunakan sebuah novel sebagai dasar untuk melihat Indonesia dalam beberapa tahun ke depan," ungkapnya.

Terakhir, penyebaran hoax yang dilakukan Prabowo, menurut Andi, yakni pada kasus Ratna Sarumpaet sebagaimana disinggung di atas. Andi menilai bahwa rentetan penyebaran kabar bohong ini menjadi bukti kualitas mantan pangkostrad TNI AD itu dalam memimpin bangsa.

"Pak Prabowo menggunakan hoax sebagai dasar pengambilan sikap. Hal ini tentu membuat orang-orang yang tadinya golput akan menutup diri untuk memilih Pak Prabowo," jelasnya.

Sementara itu, Andre Rosiade selaku Juru Bicara Prabowo-Sandiaga membantah tuduhan PSI yang menyebut Prabowo kerap menyebarkan hoax. Menurut Andre, perkataan Prabowo sebagaimana tuduhan anak buah Grace Natalie itu bukan dalam kategori hoax.

"2030 (Indonesia Bubar) itu kan prediksi, kalau kita tidak hati-hati (bahaya), jadi bukan hoax. Kalau soal quick count, biasa kan orang meleset dalam margin error. Nah, kalau kemarin (kasus Ratna) kan kita jadi korban hoax," tukas Andre saat dikonfirmasi JawaPos.com, Minggu (7/10).

Di sisi lain, Andre malah menduga ada siasat dari berbagai tudingan yang dilakukan kubu Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin soal hoax. Caleg Partai Gerindra ini menyebut ada kesengajaan penggiringan opini untuk menutupi permasalahan ekonomi bangsa.

"Ini strategi kubu Jokowi untuk pengalihan isu bahwa ada krisis ekonomi, ada kegagalan pemerintah dalam mengelola ekonomi. Jadi sengaja ada narasi penyerangan dan penggiringan opini bahwa Pak Prabowo ini hoax-hoax. Ini sengaja dibikin sibuk kita sama mereka," ungkapnya.

Tak hanya itu, dia meminta partai yang berbasis massa milenials itu untuk berhenti melakukan penggiringan opini. "Jadi Saudara PSI, kami memahami strategi Anda dan tidak perlu kami komentari soal apa yang sudah Anda sampaikan," pungkasnya.

(ce1/aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up