JawaPos Radar

Korban Budak Seks ISIS Terima Nobel Perdamaian

07/10/2018, 17:33 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
budak seks, seks, korban seks, isis,
Sedangkan Nadia adalah seorang advokat untuk minoritas Yazidi di Irak dan untuk membela hak-hak pengungsi dan perempuan secara umum. Dia pernah jadi budak seks ISIS di Mosul pada tahun 2014 (Reuters)
Share this image

JawaPos.com - Seorang aktivis hak asasi manusia Yazidi yang selamat dari perbudakan seks oleh ISIS di Irak, Nadia Murad mendapat hadiah Nobel Perdamaian 2018. Selain Nadia, seorang ginekolog yang merawat korban kekerasan seksual di Republik Demokratik Kongo, Denis Mukwege juga mendapatkan penghargaan tersebut.

Komite Nobel Norwegia mengatakan telah memberi mereka hadiah atas upaya mereka untuk mengakhiri kekerasan seksual sebagai senjata perang.

"Kedua pemenang telah membuat kontribusi penting untuk memusatkan perhatian, dan memberantas kejahatan perang seperti itu," kata Komite tersebut dalam kutipannya dilansir dari Jerusalem Post, Sabtu, (6/10).

budak seks, seks, korban seks, isis,
Seorang aktivis hak asasi manusia Yazidi yang selamat dari perbudakan seks oleh ISIS di Irak, Nadia Murad mendapat hadiah Nobel Perdamaian 2018 (Jawapos)

Mukwege, seorang ginekolog yang merawat korban kekerasan seksual di Republik Demokratik Kongo, memimpin Rumah Sakit Panzi di kota timur Bukavu. Dibuka pada 1999, klinik ini menerima ribuan wanita setiap tahun, banyak dari mereka membutuhkan operasi dari kekerasan seksual.

Sedangkan Nadia adalah seorang advokat untuk minoritas Yazidi di Irak dan untuk membela hak-hak pengungsi dan perempuan secara umum. Dia pernah jadi budak seks ISIS di Mosul pada tahun 2014.

Hadiah akan dipresentasikan di Oslo pada 10 Desember 2018, sekaligusperingatan kematian industrialis Swedia Alfred Nobel, yang mendirikan penghargaan ini pada tahun 1895.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up