JawaPos Radar

Berkaca Pemilu 2004, Ini Faktor Penentu Kemenangan Pilpres 2019

07/10/2018, 16:35 WIB | Editor: Imam Solehudin
Pilpres 2019
Capres-cawapres nomor urut 01 dan 02, Jokowi-Ma'ruf Amin, Prabowo-Sandiaga Uno. SMRC memprediksi jika pemenangan Pilpres 2019 bakal ditentukan oleh faktor stabilitas elektoral si paslon. (Issak Ramadan/JawaPos.com)
Share this image


JawaPos.com - Saiful Mujani Research And Consultan (SRMC) memaparkan paslon yang dapat mempertahankan trend keunggulan elektabilitas sampai akhir waktu pencoblosan, dipastikan bakal menang pilpres. Indikasi-indikasi seperti itu selalu berulang dari pengalaman pilpres yang lalu.

Berkaca di Pilpres 2004, pasangan petahana Megawati Soekarnoputri dan Hasyim Muzadi memiliki tren elektabilitas yang tak bagus beberapa bulan jelang pencoblosan. Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan menyebutkan, elektabilitas mereka stagnan di kisaran 30 persen suara.

Sementara itu, elektabilitas paslon penantang, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK) justru selalu berada diposisi di atas petahana. Bahkan menurut dia, elektabilitas mereka berada di level 50 persen.

"Megawati saat menjadi petahana pada 2004 sudah kalah sejak beberapa bulan menjelang hari H, dan memang terbukti kalah pada hari H," Djayadi dalam paparannya di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (7/10).

Sementara itu, kata Djayadi, pemilihan presiden kali ini justru berbanding terbalik. Elektabilitas pasangan petahana selalu unggul berada di atas rivalnya.

Djayadi bilang, ada kemungkinan Jokowi-Ma'ruf akan memenangkan pilpres 2019 mendatang. "Dari pengalaman tiga kali pemilihan presiden, calon yang suara dukungannya naik dan unggul terus sulit dikalahkan pada hari H," ucapnya.

Dalam hasil survei temuannya, Jokowi-Ma'ruf Amin memang masih unggul dengan memperoleh suara sebesar 60,4 persen. Sementara itu rivalnya, Prabowo-Sandiaga berada di level 28,7 persen suara. Sementara yang belum menentukan pilihan sebesar 9,8 persen.

Namun demikian, Djayadi menyebutkan kondisi masih bisa berubah lantaran masa kampanye masih beberapa bulan lagi.

Untuk itu, Jokowi disarankan harus mampu mempertahankan trend positif dalam penanganan faktor makro.Terutama mengenai isu ekonomi, penegakan hukum dan kondisi keamanan bangsa.

"Pertanyaannya, apakah kondisi makro tersebut dalam 6-7 bulan ke depan akan stabil, lebih baik atau malah sebaliknya?," pungkasnya.

SMRC melakukan survei langsung dengan metode multi stage random sampling yanf melibatkan 1.220 responden pada periode 7-14 September 2018. Margin of error rata-rata dari survei tersebut diketahui mencapai 3,05 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up