JawaPos Radar

IPPNU Minta Ma'ruf Kuatkan Fatwa Muamalah Medsosiah

07/10/2018, 15:29 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Ma'ruf Amin
Cawapres nomor urut 02 Ma'ruf Amin mengaku pihaknya telah menerima dua rekomendasi dari IPPNU. (Fedrik/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas). Hasilnya ada dua rekomendasi yang diberikannya kepada Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 Ma'ruf Amin. 

Rekomendasi yang pertama yakni, agar Ma'ruf melakukan langkah penguatan ideologi Pancasila kepada pelajar umumnya. Hal itu melihat saat ini maraknya paham-paham yang berseberangan dan berpotensi mengancam nilai-nilai kebangsaan.

Rekomendasi lainnya yakni, agar para pelajar terutama pelajar putri dipersatukan dalam memerangi penyebaran hoax alias informasi bohong. Pasalnya, IPPNU menilai hoax ini bisa menimbulkan perpecahan.

Menanggapi rekomendasi itu, Ma'ruf Amin mengaku telah melakukan beberapa langkah untuk mewujudkan keinginan IPPNU. Salah satunya, yakni melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang pernah menerbitkan fatwa muamalah medsosiah pada 2017 lalu. Di situ telah diterangkan rekomendasi etika menggunakan media sosial.

"Karena itu kan seruan moralnya sudah (melalui fatwa muamalah medsosiah). Sekarang seruan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan law enforcement atau harus dengan tindakan," ujar Ma'ruf di hotel Bintang Raden  Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (7/10).

Namun, Ma'ruf sendiri mengakui bahwa fatwa tersebut masih belum berjalan maksimal. Sejauh ini masih banyak ditemui pengguna media sosial yang tidak mengutamakan etika.

Oleh karenanya Ma'ruf mendukung adanya tindakan bagi pengguna medsos yang nakal. Yakni bisa berpedoman dengan pasal 28 Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) Tahun 2008.

"Ya sesuai dengan Undang-undang ITE (tindakan konkritnya menerapkan fatwa muamalah medsosiah)," pungkasnya.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up