JawaPos Radar

Saran Kak Seto untuk Trauma Healing Bagi Korban Gempa Sulteng

07/10/2018, 14:29 WIB | Editor: Ilham Safutra
Saran Kak Seto untuk Trauma Healing Bagi Korban Gempa Sulteng
Kak Seto saat memberikan trauma healing untuk pengungsi gempa-tsunami Sulteng. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Sore itu mereka begitu larut dalam kegembiraan. Melompat. Bernyanyi. Dalam satu tenda besar. Sejam lamanya. Puluhan anak itu mematuhi yang dikatakan Sekretaris Jenderal Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Henny Rusmiati.

"Ayo, siapa yang mau ikut kuis? Tapi, ikuti dulu Kak Henny ya," kata Henny memancing anak-anak itu agar terus bergerak. "Saya, saya," teriak anak-anak bersahutan pada Jumat lalu (5/10) di posko pengungsian di halaman kantor Dinas Sosial Sulawesi Tengah tersebut.

Itulah upaya pemulihan trauma kepada anak-anak korban gempa dan tsunami di Palu. Trauma healing tersebut adalah bagian layanan dukungan psikososial (LDP) Kemensos.

Saran Kak Seto untuk Trauma Healing Bagi Korban Gempa Sulteng
Pengiriman logistik untuk korban gempa-tsunami di Palu. (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)

Ketua LPAI Seto Mulyadi mengungkapkan, anak-anak rentan mengalami stres ketika dihadapkan persoalan pelik seperti bencana sehingga psikologis mereka butuh diobati. "Stres segala macam akhirnya bisa membuat (anak) sakit," tutur Kak Seto yang juga turut menghibur anak-anak dengan permainan sulap kepada Jawa Pos.

Di Desa Pardede, Sigi, kegiatan serupa diadakan Wahana Visi Indonesia Sulawesi Tengah. Sabrina, manajer area Palu, Sigi, dan Donggala WVI, mengatakan, dalam acara itu anak-anak belajar mendengarkan cerita anak lain. Juga, belajar bercerita tentang kejadian gempa yang mereka alami. "Di sini mereka cukup terbuka menyampaikan unek-unek," ujar Sabrina kepada Radar Sulteng.

Kegiatan tersebut akan dilakukan di lokasi yang sama sekali dalam seminggu, dengan durasi sekitar 30 menit. "Hari ini kami buat mereka beraktivitas, bermain bersama. Membuat mereka bahagia dan senang, sejenak melupakan peristiwa kemarin. Semoga ini bisa jadi trauma healing bagi mereka," ungkap Sabrina.

Di Palu, Seto dan Henny sengaja diundang Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menghibur anak-anak agar tidak larut dalam kesedihan. Dan, bersemangat kembali bermain seperti lazimnya anak-anak. "Para orang tua jangan menunjukkan stresnya di hadapan anak-anak," ucap Seto.

Pemulihan psikologis anak itu akan digelar kembali. Namun, bukan hanya Seto dan Henny yang bakal dilibatkan. Mereka akan dibantu para relawan yang lebih dulu mengikuti pelatihan trauma healing. "Kami memberikan pelatihan kepada para relawan agar bisa menyebar serentak," paparnya.

Seto mengatakan, semangat anak-anak yang terdampak gempa-tsunami Palu harus segera dipulihkan. Tapi, tidak cukup hanya dengan hiburan. Kebutuhan pangan harus pula tersedia. "Tanpa makanan yang cukup, semangat anak-anak untuk bergerak akan berkurang. Itu berpengaruh," ujarnya. 

(tyo/acm/c17/ttg)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up