JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bantuan Asing Capai Rp 220 M, Ada 6 Pesawat untuk Distribusi Logistik

07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Bantuan Asing Capai Rp 220 M, Ada 6 Pesawat untuk Distribusi Logistik
Pesawat hercules mengirim logistik untuk pengungsi korban gempa di Sulawesi Tengah. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
Share this

JawaPos.com - Dalam penanganan gempa di Sulteng, pemerintah menerima bantuan dari luar negeri. Hingga kemarin bantuan asing untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah terus mengalir. Dalam bentuk uang tunai sudah mencapai Rp 220 miliar. Dana sebesar itu berasal dari sembilan negara. Namun, belum semuanya cair.

Sebab, sebagian besar masih berbentuk perjanjian. "Yang membantu, misalnya, Korea Selatan USD 1 juta dan Tiongkok USD 200 ribu," kata Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir kemarin. Selain dua negara tersebut, bantuan dana datang dari Uni Eropa, Venezuela, Jerman, Vietnam, Australia, Laos, dan Kamboja.

Dia menjelaskan, sebagian bantuan tersebut diarahkan untuk masa tanggap darurat. Sebagian lagi dialokasikan untuk masa rehabilitasi dan rekonstruksi. "Dari negara sahabat masuk ke rekening BNPB. Sedangkan dari NGO masuk ke PMI," ucapnya.

Bantuan Asing Capai Rp 220 M, Ada 6 Pesawat untuk Distribusi Logistik
Infografis jenis bantuan yang dibutuhkan untuk korban gempa di Sulteng. (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Ada juga bantuan asing yang tidak berupa uang tunai. Namun, tidak semuanya diizinkan masuk ke Indonesia. Yang diterima hanya bantuan berupa angkutan udara atau pesawat, genset, tenda, rumah sakit lapangan, dan fogging. "Ada 25 negara dan 4 NGO yang menawarkan. Lalu, kami minta siapkan bantuan sesuai arahan," katanya.

Fachir menyampaikan, hingga kini masih ada pesawat luar negeri yang membantu distribusi bantuan. Pesawat-pesawat itu berasal dari Korea Selatan, Jepang, Singapura, India, Malaysia, dan Selandia Baru. Semuanya dipusatkan di Balikpapan sesuai instruksi TNI.

Bantuan tersebut sangat berarti bagi Indonesia. Sebab, anggaran bencana di Kementerian Sosial (Kemensos) sudah menipis. Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos Harry Hikmat mengungkapkan, anggaran bencana di Kemensos tahun ini dipatok Rp 254 miliar. Namun, dana tersebut terkuras karena bencana tahun ini cukup banyak.

Selain itu, jumlah korban yang terdampak juga sangat banyak. Mulai bencana Gunung Merapi, Gunung Agung, gempa di Banten, lalu di Lombok. "Kemudian sekarang di Sulawesi Tengah," katanya kemarin (6/10).

Dalam rancangan APBN 2019, anggaran bencana di Kemensos sedianya berjumlah Rp 223 miliar. Artinya, terjadi penurunan bila dibandingkan dengan tahun ini. Namun, Kemensos saat ini meninjau anggaran tersebut, khususnya yang berada pada pos Ditjen Linjamsos.

"(Sekarang, Red) dalam proses realokasi anggaran Rp 100 miliar dari anggaran operasional Ditjen Linjamsos. Sehingga (anggaran bencana 2019, Red) menjadi Rp 323 miliar," terangnya. Harry menjelaskan, realokasi anggaran Rp 100 miliar itu perlu persetujuan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bappenas.

Harry membenarkan, belum ada anggaran Kemensos untuk jaminan hidup (jadup) dan bantuan isi hunian tetap (huntap) untuk gempa Lombok maupun Sulawesi Tengah. Saat ini Kemensos sedang mengusulkan anggaran Rp 567 miliar ke BNPB. Anggaran tersebut, antara lain, dipakai untuk pembayaran jadup dan bantuan isi huntap korban gempa Lombok.

Bantuan jadup diberikan kepada korban bencana dengan besaran Rp 10 ribu/jiwa/hari. Bantuan jadup diberikan selama 30 hari dan dapat diperpanjang sampai 90 hari. Bantuan itu diberikan untuk membantu korban bencana karena belum bisa bekerja kembali secara normal.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hal yang sama. Dana cadangan penanggulangan bencana yang ada di Kementerian Keuangan dan bisa digunakan BNPB sudah habis. Negara memberikan dana cadangan Rp 4 triliun.

"Bencana di Lombok saja kerugiannya mencapai Rp 17,13 triliun. Menurut perhitungan, untuk kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi butuh Rp 12,22 triliun," ungkapnya kemarin.

BNPB sebenarnya sudah mengajukan penambahan dana ke Kemenkeu. Namun, Kemenkeu bergeming. "Belum turun," kata Sutopo. Karena itu, tahun depan pagu kementerian dan lembaga harus digeser untuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana.

Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo sudah meminta semua pemda di luar Sulawesi Tengah untuk ikut urun membantu pemulihan bencana. Baik pendanaan maupun barang yang sumbernya dari APBD. Instruksi itu disampaikan melalui radiogram ke semua pemda, baik provinsi maupun kabupaten/kota. 

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (wan/byu/lyn/jun/c10/oni)

Alur Cerita Berita

Napi Lapas Palu Serahkan Diri ke Rutan Solo 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
RSU UMM Kirim Empat Tenaga Medis ke Donggala 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
PMI Dirikan Klinik Lapangan di Donggala 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Pencarian Korban Gempa Sulteng Dihentikan 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Korban Tewas Gempa Sulteng Capai 2.037 Orang 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
3 Daerah di Sulteng bakal Dibangun Monumen Gempa 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Usai Gempa Sulteng, Polri Aktifkan Layanan 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Kelangkaan BBM Mulai Teratasi 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
UNS Siap Tampung Mahasiswa Korban Gempa Sulteng 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Akses ke Palu Makin Mudah 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Pasar Manonda Palu Kembali Bergeliat 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Jokowi Kerahkan Psikolog ke Sulteng 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
73 Pengungsi Asal Palu Tiba di Malang 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Penyebar Hoax Soal Gempa Sulteng Ditangkap 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Gempa Sulteng, 2.736 Sekolah Rusak 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Gempa Sulteng, Pemprov Jateng Kirim 100 Relawan 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Polres Malang Kota Galang Dana Setiap Apel Pagi 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Pemprov Sumsel Akan Sumbang Beras ke Sulteng 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
TNI Kirim Tiga Pesawat ke Palu 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Gempa Sulteng, Jateng Siap Kirimkan Tenaga Medis 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Alasan Korban Gempa Sulteng Menjarah Minimarket 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Bulog Kirim 5 Ton Daging ke Palu dan Donggala 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
800 Kg Rendang untuk Korban Gempa Sulteng 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
UAS Pimpin Salat Gaib untuk Korban Gempa Sulteng 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Tangani Gempa Sulteng, Diperlukan Triliunan Dana 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Jumlah Pengungsi di Kota Palu Capai 16.723 Orang 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Tsunami Sulteng Tingginya Mencapai 6 Meter 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Korban Gempa Palu: Tolong Doakan Kami! 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
BNPB: Mayoritas Gempa Terjadi Saat Akhir Pekan 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Tsunami di Palu Disebabkan Karena Dua Faktor 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
BNPB: Jalur Darat Palu ke Poso Lumpuh 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Takut Gempa Susulan, Warga Palu Tidur di Jalanan 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
48 Korban Meninggal Dunia Gempa Sulteng 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
TNI Kirim 6 Ton Alkes ke Sulteng 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Jokowi Terus Pantau Gempa dan Tsunami di Sulteng 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Gempa Susulan Masih Terjadi di Donggala 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
BMKG Cabut Status Potensi Tsunami Gempa Donggala 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Gempa Donggala, 1 Warga Meninggal Dunia 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Gempa 5,9 SR Guncang Donggala, Warga Berhamburan 07 Oktober 2018, 11:35:59 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up