JawaPos Radar

Begini Cara Penularan Penyakit Kaki Gajah dari Gigitan Nyamuk

07/10/2018, 10:55 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Filariasis, penyakit kaki gajah, penularan kaki gajah, pengobatan kaki gajah,
Penderita kaki gajah. (Dok. Kemenkes)
Share this image

JawaPos.com - Filariasis (kaki gajah) memang menyebabkan ukuran kaki membesar. Tak hanya kaki, sejumlah bagian tubuh seperti tangan hingga alat kelamin juga bisa ikut membesar. 

Filariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing filaria (mikrofilaria) yang dapat menular oleh perantara nyamuk sebagai vektor. Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tak mendapat pengobatan akan menimbulkan cacat menetap seumur hidup berupa pembesaran bagian tubuh. Hal itu tentu akan menimbulkan efek psikologis bagi penderita dan keluarganya.

"Akibatnya penderita tidak dapat bekerja optimal atau mandiri, dan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga me jadi beban," papar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis (P2TVZ) Kementerian Kesehatan, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc, dalam paparan tertulisnya.

Filariasis, penyakit kaki gajah, penularan kaki gajah, pengobatan kaki gajah,
Infografis penyakit kaki gajah. (Rofiah Drajat/JawaPos.com)

Jika sudah membengkak, penyakit kaki gajah tak bisa lagi disembuhkan hanya menimbulkan kecacatan. Masa inkubasi penyakit ini rentang waktu 5-8 tahun kemudian. Bengkak bisa terjadi di kaki, alat kelamin, dan payudara.

Cara Penularan dari Cacing, Nyamuk, hingga Diderita Manusia

Penyakit kaki gajah disebabkan oleh tiga spesies cacing filaria yaitu Wucheria Bancrofti, Brugia Malayi, dan Brugia Timori. Semua spesies tersebut terdapat di Indonesia. Namum lebih dari 70 persen kasus di Indonesia disebabkan oleh Brugia Malayi.

Untuk jenis nyamuknya, saat ini ada 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, dan Armigeres yang dapat berperan sebagai vektor filariasis. Tetap vektor utamanya adalah Anopheles Farauti dan Anopheles Punctulatus. Hasil penelitian menyebutkan bahwa beberapa spesies dari genus Anopheles di samping berperan sebagai vektor malaria juga berperan sebagai vektor filariasis.

Larva cacing dari muda hingga menjadi larva infektif di dalam tubuh nyamuk berlangsung selama 1-2 pekan. Sedangkan dari mulai masuknya larva dari nyamuk ke tubuh manusia hingga menjadi cacing dewasa berlangsung selama 3-36 bulan. Meski terkesan gampang sekali tertular oleh nyamuk, namun pada kenyataannya diperlukan ratusan hingga ribuan gigitan nyamuk hingga bisa menyebabkan penyakit kaki gajah.

Cacing jantan dan betina hidup di dalam kelenjar limfe bentuknya halus seperti benang dan berwarna putih susu. Mikrofilaria yang terisap oleh nyamuk melepaskan sarungnya di dalam lambung, menembus dinding lambung dan bersarang di antara otot-otot toraks.

Bila nyamuk yang mengandung larva stadium III bersifat infektif dan menggigit manusia, maka larva tersebut secara aktif masuk ke dalam tubuh dan bersarang di saluran limfe. Kemudian mengalami pertumbuhan dan tumbuh menjadi cacing dewasa.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up