JawaPos Radar

Kata Mantan 'Anjing Penjaga SBY', Ada Grand Design di Kasus Ratna

07/10/2018, 09:35 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Ratna Sarumpaet
Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet yang mengaku tekah menciptkan hoax soal pengeroyokan dirinya kini sudah berstatus tersangka. (Miftahul Hayat/jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Lawyer kondang sekaligus Anggota Timses kubu pasangan Jokowi-Ma'ruf, Ruhut Sitompul menduga kasus drama kebohongan Ratna Sarumpaet sudah ada desain skenarionya. Karenanya, pihak kepolisian langsung cepat bertindak dengan segera menahan ibunda artis film Atiqah Hasiholan itu. 

"Kenapa polisi melakukan pengembangan sedemikian rupa mengenai Ratna Sarumpaet? Karena polisi itu bekerja atas nama hukum. Karena dia bekerja atas nama hukum, dan sudah tercium bahwa ini ada grand design dari mereka, termasuk Pak Prabowo, Pak Amien Rais, semua," ucap Ruhut kepada JPNN (Jawa Pos Group).

Dia mengatakan, dengan cara-cara beginilah kubu oposisi mau melawan Joko Widodo (Jokowi) yang juga calon presiden petahana. "Tapi akhirnya kalau kau lihat Twitter aku yang terbaru, jelas aku bilang melakukan kesalahan dengan cara melanggar hukum, nanti semakin berat. Aku uraikan di situ," katanya.

Pendukung Jokowi sejak 2014 yang tergabung dalam Tim Bravo 5 ini menulis bahwa pihaknya tinggal menunggu waktu ssat kubu lawan melakukan kesalahan yang jauh lebih besar.

"Itulah sekarang yang dialami Ratna Sarumpaet sehingga sekarang ditahan pihak kepolisian. Ingat, Indonesia negara hukum," sebut Ruhut.

Mantan legislator yang mengklaim sebagai 'Anjing penjaga SBY' itu juga menegaskan, tindakan Ratna Sarumapet dengan melakukan provokasi-provokasi itu sebenarnya jelas melanggar hukum. Sebab, kontennya juga fitnah dan ujaran kebencian.

"Tapi oke lah, bisa mereka berlindung di bawah demokrasi. Ya kan sekarang demokrasi dikedepankan. Bisa saja ngomong apa pun, tapi ingat, tetap harus demokrasi yang bertanggung jawab," tegas Ruhut.

Dalam kasus Ratna, lanjutnya, awalnya mereka mulai bicara fakta hukum, kemudian berani mengarang cerita hoax bahwa dirinya dianiaya. Jawaban dari isu ini pun menurutnya sudah kelihatan dengan Ratna mengaku berbohong.

Namun, informasi pengeroyokan terhadap Ratna sudah terlebih dahulu disebarluaskan melalui jaringan IT (informasi teknologi) mereka. Bahwa Ratna ditekan bahkan dikerjai oleh polisi. Ditegaskan Ruhut, cara-cara itu sangat jahat. Sebab, polisi merupakan penegak hukum yang bekerja sesuai ketentuan hukum.

Di sisi lain, informasi bahwa kejadian itu benar terus digulirkan. Padahal sudah jelas sebuah kebohongan dan pelakunya, Ratna Sarumpaet telah mengakui kebohongannya. Namun belakangan dengan mudahnya pihak yang semula menyuarakan kebohongan Ratna, tiba-tiba menjadi korban.

"Kok mereka enak saja, dengan ucapan kami dibohongi, satu kalimat itu, lalu semuanya beres. Oh enggak bisa begitu. Itu kan sistematis. Ini cara-cara mereka bikin kejutan menjelang 2019. Sementara kami di kubu Jokowi dilarang untuk melakukan cara seperti itu," tandasnya.

(jpg/ce1/aim/JPC)

Alur Cerita Berita

Aria Bima: Jangan Ada Sarumpaet Baru 07/10/2018, 09:35 WIB
Polisi Geledah Rumah Ratna Sarumpaet 07/10/2018, 09:35 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up