JawaPos Radar

Dimakamkan di Jogja, Anies Lepas Jenazah Kepsek yang Tewas di Cipali

07/10/2018, 08:47 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Dimakamkan di Jogja, Anies Lepas Jenazah Kepsek yang Tewas di Cipali
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas jenazah Kepala Sekolah yang tewas di Tol Cipali, Sabtu (6/10) malam. (Gobang Mahardhika/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kepala Sekolah SMPN 247 Mampang Slamet Supardiono, 55, Jakarta Selatan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang dialaminya di kawasan tol Cipali KM 163, Sabtu (6/10). Almarhum rencananya dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogjakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun ikut melepas kepergian jenazah yang akan dimakamkan pada hari ini, Minggu (7/10). Almarhum ditemani anak dan istrinya berangkat menggunakan ambulans ketempat perisitirahatan terakhirnya pada Sabtu (6/10) malam.

"Hati-hati ya bu, semoga selamat sampai tujuan. Pak sopir kalau ngantuk menepi dulu (sambil memegang pintu mobil)," ungkap mantan Menteri Pendidikan itu, Sabtu (6/10) malam.

Dimakamkan di Jogja, Anies Lepas Jenazah Kepsek yang Tewas di Cipali
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melayat ke rumah duka Kepsek yang tewas akibat kecelakaan di Tol Cipali, Sabtu (6/10) malam. (Gobang Mahardhika/JawaPos.com)

Anies memastikan akan menanggung semua biaya atas kecelakaan yang dialami Slamet. Mulai dari biaya rumah sakit, perjalanan jenazah sampai di rumah duka di kawasan Kampung Baru RT 6 RW 7, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

"Terkait dengan semua biaya dari mulai disana sampai disini, semuanya dicover," ujar Anies saat dirumah duka.

Anies menambahkan korban akan mendapatkan santunan tambahan dari Taspen jika memang almarhum masuk dalam penilaian meninggal saat menjalani tugas. "Semua yang menjadi hak Almarhum akan kami tunaikan, sesuai dengan ketentuan," imbuh Anies.

Atas kepergiannya, Slamet Supardiono meninggalkan 3 orang anak, dua diantaranya sudah menyelesaikan sekolahnya diperguruan tinggiz. Sementara anak bungsunya masih duduk dikelas XI (sepuluh) SMA. Anies pun mengatakan Pemprov akan menanggung biaya sekolah anak bungsu Slamet:

"Bagi anak yang masih sekolah, maka kami akan menanggung biaya pendidikannya," ucapnya

Sebelum meninggalkan rumah duka, Anies Baswedan mengatakan dirinya percaya pada ilmu dari seorang guru tidak akan pernah hilang. Dirinya menyampaikan ungkapkan rasa bela sungkawanya untuk keluarga yang ditinggalkan.

"Kami semua merasakan duka. Kami semua percaya bahwa seorang guru ilmunya Insya Allah akan menjadi penghantar pahala bagi Almarhum. Dan untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan," ujar Anies.

Sebelumnya Slamet Supardiono sempat mengikuti rangkaian acara yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta di daerah Linggarjati, Kuningan, Jawa Barat. Acara itu turut dihadiri oleh Anies Baswedan. Slamet bergegas pulang karena akan menikahkan anaknya. Sayang nasib nahas terjadi pada Slamet.

(dik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up