JawaPos Radar

Hati-hati! Modus Baru Peredaran Narkoba

Dijual Aki-aki, Narkoba Dibalut Obat Antibiotik

07/10/2018, 07:59 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Dijual Aki-aki, Narkoba Dibalut Obat Antibiotik
NARKOTKA: Kasatresnarkoba Polres Sarolangun, AKP Tongam Manalu bersama tim dan pelaku menunjukan barang bukti narkoba di Mapolres Sarolangun. (HADINATA-JAMBI EKSPRES/JPG)
Share this image

JawaPos.com - Anggota Satresnarkoba Polres Sarolangun, berhasil mengungkap modus baru dalam peredaran narkotika jenis sabu. Satu orang tersangka diamankan. Dia adalah Arfan,67, warga Desa Peranginan, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun. Kini Diamankan di Mapolres Sarolangun untuk proses pemeriksaan.

Kapolres Sarolangun, AKBP Dadan Wira Laksana melalui Kasat Narkoba, AKP Tongam Manalu, saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Kata Dia, penangkapan tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat.

"Iya benar, penangkapan kita lakukan pada Jumat (28/9) lalu sekitar pukul 14.00 WIB di rumah tersangka,” ujar AKP Tongam Manalu seperti dikutip Jambi Ekspres (Jawa Pos Group), Minggu (7/10).

Kata Dia, barang bukti yang berhasil diamankan, yakni berupa satu buah kaleng berwarna hitam yang berisi 50 klip plastik yang berisi serbuk kristal putih bening diduga narkotika jenis sabu.

Selain itu, katanya, juga ditemukan dua buah alat hisap sabu dan uang sebesar Rp15 juta yang diduga hasil penjualan narkotika jenis sabu.

"Terduga pelaku ini diamankan saat sedang duduk di dalam rumah,lalu anggota unit satuan narkoba masuk kedalam rumah tersangka,dan langsung mengamankan pelaku serta memanggil perangkat desa setempat untuk melakukan penggeledahan," terangnya.

Untuk modus pelaku dalam menjalankan bisnis haramnya, lanjut AKP Tongam Manalu, dengan cara menyelipkan narkotika jenis shabu yang sudah dimasukkan ke dalam plastik kecil diantara obat antibiotik.

"Untuk barang haram ini diperoleh pelaku dari Kota Jambi. Rata-rata pelaku menjual dengan harga Rp300 sampai Rp500 ribu per bungkus kecil," ungkapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pihaknya menjerat pelaku dengan Pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2).

Sementara itu, kepada wartawan Arfan mengaku menjalankan bisnis haram tersebut sejak Mei lalu. Itu dilakukannya untuk mencukupi kebutuhan ekonominya sehari - hari.

"Penghasilan saya menjual sabu hanya untuk mencukupi kebutuhan ekonomi, dalam satu bulan saya mendapat keuntungan sekitar Rp3 juta,"pungkasnya.

(ask/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up