JawaPos Radar

Asing Kucurkan Bantuan Korban Gempa dan Tsunami Hingga Rp 220 Miliar

06/10/2018, 23:18 WIB | Editor: Estu Suryowati
Asing Kucurkan Bantuan Korban Gempa dan Tsunami Hingga Rp 220 Miliar
Kondisi SD Inpres Lolu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah rusak parah akibat gempa 7,4 Magnitudo yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) lalu. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sejumlah negara sahabat berbondong-bondong memberikan donasi dalam bentuk apapun untuk korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng). Dalam bentuk uang saja, total komitmen yang diberikan mencapai lebih dari Rp 220 miliar.

Di samping bantuan dalam bentuk uang, mereka juga memberikan donasi berupa barang-barang. Demikian disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir saat konferensi pers di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),  Sabtu (6/10).

"Bantuan dalam bentuk barang mungkin belum bisa dihitung nilainya. Ada yang sudah disalurkan langsung misalnya dari Tiongkok USD 200 ribu (Rp 3 miliar). Itu langsung ditransfer ke PMI," kata Fachir.

Selain Tiongkok, sejumlah negara sahabat yang membantu Indonesia antara lain Amerika Serikat, Perancis, Cheko, Swiss, Norwegia, Hungaria, Turki, dan Uni Eropa. Selain itu Australia, Korea Selatan, Arab Saudi, Qatar, Selandia Baru, Thailand, Laos, Kamboja, Jepang, dan India.

Fachir mengatakan, mereka juga menawarkan bantuan berupa obat-obatan dan tenaga medis. Namun, tawaran tersebut ditolak karena saat ini kapasitas obat dan tenaga medis masih memadai untuk penganan pascagempa tersebut.

"Ada yang memberikan bantuan obat dan perawat. Itu kita tahan dulu. Karena masih banyak stok obat kita," katanya.

Terpisah, Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, donasi uang dari negara sahabat diprioritaskan untuk memperbaiki rumah-rumah warga yang rusak.

"Jadi, nantinya untuk rehablitasi dan rekontruksi rumah masyarakat, karena banyak yang hancur," kata Sutopo.

Berikut adalah sumbangan yang sudah masuk dalam bentuk uang:

1. Venezuela: 10 juta USD (Rp 150 miliar)

2. Uni Eropa: 1,5 juta Euro (Rp 26,1 miliar)

3. Jerman: 1,5 juta Euro (Rp 26,1 miliar)

4. Korea Selatan: 1 juta USD (Rp 15 miliar)

5. Australia: 500 ribu dollar Australia (Rp 5,35 miliar)

6. Tiongkok: 200 ribu USD (Rp 3 miliar)

7. Vietnam: 100 ribu USD (Rp 1,5 miliar)

8. Laos: 100 ribu USD (Rp 1,5 miliar)

9. Kamboja: 200 ribu USD (Rp 1,5 miliar)

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up