JawaPos Radar

Atlet Paralayang Jadi Korban Gempa Sulteng

Soal Pemulangan Jenazah Ardi, Ini Kata Komandan Lanud

06/10/2018, 22:41 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Atlet Paralayang
Jenazah atlet paralayang, Ardi Kurniawan dimakamkan di kota kelahirannya di Batu, Sabtu (6/10) (Fisca Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ketua Paralayang Jawa Timur, Arif Eko Wahyudi menerangkan jika pemulangan jenazah Ardi Kurniawan, atlet paralayang asal Batu yang meninggal di Palu, ke Kota Batu karena permintaan keluarga dan juga Pemerintah Provinsi. Jenazah Ardi kemudian dikebumikan pada Sabtu (6/10) malam di TPU Songgokerto.

Sebelumnya, jenazah Ardi sempat dimakamkan di Palu pada Rabu (3/10) lalu. Ardi dimakamkan satu hari setelah jasadnya ditemukan dibawah reruntuhan bangunan hotel Roa-Roa tempatnya menginap pada Selasa (2/10). 

Namun, pada Sabtu (6/10) pagi, makam Ardi dibongkar kembali dan jenazahnya diambil untuk selanjutnya diterbangkan ke Malang menggunakan pesawat Hercules C130

Terkait hal tersebut, Arif menyampaikan jika itu memang permintaan dari pihak keluarga serta dari Lanud Abdul Rachman Saleh Malang. "Ini itikad Komandan Lanud Abd Saleh selaku ketua umum FASI. Komandan berniat bawa anggotanya kembali ke kampung halaman," ujarnya saat ditemui di kediaman almarhum Ardi di jalan Trunojoyo gang IV, Dusun Krajan, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, Sabtu (6/10) malam. 

Arif menerangkan, pemakaman jenazah Ardi di Palu bukan tanpa alasan. Menurutnya, hal itu dilakukan karena minimnya penyimpanan jenazah. "Disana infrastruktur terbatas, tidak ada penyimpanan jenazah. Kebijakan pemerintah sana juga harus dimakamkan supaya tidak menimbulkan penyakit," terangnya. 

Melihat situasi disana, lanjut dia, memang membutuhkan banyak persiapan jika ingin memulangkan jenazah. "Kalau dibawa (pulang) harus ada persiapan khusus. Sementara infrastruktur, tenaga ahli, dan peralatan masih minim," jelasnya. 

Dia menerangkan, ketika jenazah Ardi pertama kali ditemukan, kemudian diinvestigasi, ternyata tidak memungkinkan untuk dibawa ke Malang. Akhirnya diputuskan untuk dimakamkan di Palu. Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengupayakan untuk membawa pulang jenazah ke kampung halaman. 

"Kebetulan tadi lagi ada pesawat yang mau ke Malang. Akhirnya (jenazah) diambil. Kemarin tidak ada flight ke Malang, " kata dia. Pengambilan jenazah Ardi pun tidak membutuhkan waktu lama. Sekitar pukul 09.00 waktu setempat, makam Ardi dibongkar dan diambil jenazahnya. Kemudian pada pukul 11.00 WIB, jenazah diberangkatkan dengan menggunakan pesawat Hercules dari Bandara Mutiara, Palu. 

Pemulangan jenazah Ardi, lanjut Arif, memang sudah dari awal direncanakan ketika mengetahui Ardi ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. "Keinginan dari awal kayak gitu. Keluarga minta jenazah dipulangkan dan dimakamkan di Batu," pungkasnya. 

Jenazah Ardi sendiri dibawa ke Malang bersamaan dengan jenazah Serda Fahmi yang juga merupakan atlet paralayang. Mereka sebelumnya termasuk dalam daftar tiga atlet paralayang yang hilang saat bencana gempa di Palu terjadi. Setelah ditemukannya jenazah Ardi dan Fahmi, artinya masih ada satu lagi atlet paralayang yang hingga kini belum ditemukan, yakni Reza C Kambey.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up