JawaPos Radar

Waspada, Ganja Cair dari Luar Negeri Mulai Marak Lagi

06/10/2018, 20:38 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kasus Narkotika
ILUSTRASI: Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menyita 53,386 Kg sabu-sabu dari tujuh tersangka yang masuk dalam jaringan Aceh. (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Baru-baru ini Polda Jawa Timur dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim merilis hasil pengungkapan pengiriman narkotika dari luar negeri. Dari lima kasus pengiriman narkoba, barang bukti yang disita adalah yang masih sangat jarang digunakan. 

Barang bukti yang disita adalah Chatinone seberat 4,5 kg asal Ethiopia dan 7 botol THC (tetrahydrocannabinol) atau ganja cair dari Amerika Serikat. Di luar itu ada juga MDMA (Methyl enedioxy methamphetamine) atau ekstasi seberat 10 gram asal Belanda, ganja seberat 130 gram asal Kanada, dan 67 butir ekstasi yang juga dari Belanda.

Peredaran narkoba jenis tersebut memang sangat jarang. Namun BNN telah mensinyalir beberapa daerah yang sudah dimasuki barang tersebut. 

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menyebut jika peredaran THC atau ganja cair cukup banyak. Pihaknya terus melakukan penyelidikan dari para terduga pelaku. 

"THC itu sudah banyak, karena itu sintetis dari ganja, Itu yang kemudian dicampurkan kepada tembakau-tembakau, biasanya kita sebut dengan tembakau gorilla, hanoman," ujar Arman, Sabtu (6/10). 

THC ini pun banyak masuk dari berbagai negara. Di kawasan Eropa Barat, Asia, Amerika dan Ethiopia. Namun memang tiap kawasan punya perbedaan jenis. Untuk di Indonesia BNN pun sempat mengungkapnya. "Dulu sudah pernah terungkap di Surabaya. Ada produksinya," tandasnya. 

Untuk diketahui, selama 4 bulan terakhir, Bea dan Cukai Juanda mengungkap pengiriman 43.629 paket kiriman narkoba. Kiriman puluhan ribu paket narkoba tersebut berhasil diungkap karena diberlakukannya aturan baru. Aturan tersebut yakni, barang impor senilai minimal USD 75 terkena bea masuk.

Namun, saat diketahui bahwa barang tersebut adalah narkoba, Budi mengaku pihaknya mengupayakan untuk menelusuri tujuan pengiriman barang. Penelusuran tersebut dibutuhkan untuk membuktikan ke mana dan siapa yang memesan.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up