JawaPos Radar

Pengiriman Narkoba di Indonesia 90 Persen dari Jalur Laut

06/10/2018, 20:17 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kasus Narkoba
Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menyita 53,386 Kg sabu-sabu dari tujuh tersangka yang masuk dalam jaringan Aceh. (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Laut Indonesia masih sangat rentan disusupi oleh pemasok narkoba. Jalur laut memang kerap digunakan sindikat internasional untuk memasok barang haram itu.

Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari menyebut, 90 persen peredaran narkoba di Indonesia masuk dari jalur laut. Karena memang, Indonesia punya banyak garis pantai yang cukup panjang dengan pelabuhan tikus yang sangat banyak. 

"Saya kira bukan hanya pelabuhan tikus. Anak tikus sampai cicit tikus ada," katanya, Sabtu (6/10).

Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait. Mulai dari polisi air, TNI AL dan Bea Cukai untuk memberantas narkoba dari jalur laut.

Selama ini, para bandar memang memanfaatkan jalur laut, karena terbilang aman. Transaksi kerap dilakukan di tengah laut yang lepas dari pengawasan petugas. Di kawasan Sumatera, jalur laut digunakan oleh bandar kakap Malaysia. 

"Kita juga sudah meminta peran aktif dari nelayan untuk mengawasi jalur-jalur penyelundupan narkoba," ujar Jenderal berambut gondrong itu. 

Para penyelundup juga kerap mengganti-ganti modus operandinya. Pun begitu, petugas tidak terkecoh. Mereka selalu mengikuti perkembangan bagaimana kerja para penyelundup. 

BNN juga mengamati, kalau antara jaringan yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan. Melihat ada kemiripan setiap barang bukti yang disita. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam pemberantasan. 

"Apabila melihat orang atau kegiatan-kegiatan yang tidak wajar atau mencurigakan disekitar lingkungan, kita harapkan masyarakat agar lebih berhati-hati," tandasnya. 

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up