JawaPos Radar

Cerita Tetangga Tentang Almarhum Kepsek SMP yang Tewas di Tol Cipali

06/10/2018, 20:06 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Cerita Tetangga Tentang Almarhum Kepsek SMP yang Tewas di Tol Cipali
Suasana rumah duka almarhum Slamet Supardiono di Jakarta Timur (Gobang Mahardika/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kecelakaan tunggal yang dialami Slamet Supardiono Sabtu (6/10) pagi tadi, membuat para tetangganya merasa kehilangan sesosok yang dinilai ramah di lingkungan tempat tinggalnya di kawasan Kampung Baru, RT 6 RW 7, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Dari penuturan seorang tetangganya bernama Boncu, 28, dirinya mengaku dangat dekat dengan keluarga Kepala Sekolah SMP Negeri 247 Mampang, Jakarta Selatan itu. Karena sering berbincang setiap harinya dan almarhum sering mentraktir bakso sebelum kecelakaan tunggal yang menghilangkan nyawanya itu.

"Saya sangat dekat dengan keluarga almarhum. Setiap dia makan bakso selalu saya ditraktir sama beliau. Dia itu orangnya ramah dan baik hati," ucap Boncu, Sabtu (6/10).

Cerita Tetangga Tentang Almarhum Kepsek SMP yang Tewas di Tol Cipali
Suasana rumah duka almarhum Slamet Supardiono di Jakarta Timur (Gobang Mahardika/ JawaPos.com)

Boncu yang merupakan pedagang warung Sembako persis di depan rumah alamarhum Slamet mengatakan dirinya yang mengurus berkas jenazah korban yang akan dimakamkan dan diberangkatkan ke Jogja malam ini.

"Ini saya juga sedang mengurus berkas yang diperlukan untuk pemakaman beliau, yang rencananya akan dimakamkan di Jogja. Keberangkatan jenazah sendiri akan dilakukan setelah salah satu dari anaknya datang dari Kota Lampung," ungkap Boncu.

Sementara Boncu juga menerangkan bahwa almarhum hendak menikahkan anak keduanya yang bernama Dwiko Handiko Bowo 29, pada 20 Oktober 2018 mendatang.

"Sayang sekali ya, padahal almarhum akan menikahkan anak keduanya si Dwiko tanggal 20 bulan ini. Ya namanya umur tidak ada yang tahu," terang Boncu.

Selain itu Boncu menambahkan dirinya diberikan amanat untuk membantu mengurus pernikahan anaknya, sebelum peristiwa tragis yang menimpa Kepala Sekolah itu.

"Padahal saya sudah diberikan amanat untuk membantu acara pernikahan anaknya itu. Beliau yang bicara langsung ke saya. Katanya beliau, bantuin nanti ya acara nikahan anak saya. Itu pesan beliau sebelum meninggal untuk saya," imbuh Boncu

Dari pantauan JawaPos.com, dirumah duka saat ini masih berdatangan mulai dari tetangga, kerabat, dan sanak saudara almarhum. Dan terlihat dua buah karangan bunga bela sungkawa dari Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan MGMP PJOK DKI Jakarta.

(dik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up