JawaPos Radar

Kunker Ke Jepang, Pemprov Jateng Bahas Penguatan Tenaga Kerja

06/10/2018, 19:10 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Tenaga Kerja
ILUSTRASI: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Negara Jepang. (dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Negara Jepang. Ada sejumlah agenda yang dibahas, satu diantaranya adalah penguatan tenaga kerja.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pemerintah provinsi Jawa Tengah dengan Jepang telah terjalin kerjasama sejak tahun 1993 melalui program magang kerja. Hingga saat ini, sudah ada 21.150 orang yang berpartisipasi dalam program tersebut.

"Targetnya, kita mau berangkat untuk ngecek anak-anak yang magang di sana. Saya pengen menggeser dari yang status sebelumnya magang, menjadi kerja,” ujar Ganjar, Sabtu (6/10)."

Selain itu, kunjungan kerja ke Jepang ini sekaligus dimanfaatkan untuk menarik investor, yang setelah dihitung-hitung, ada banyak peluang untuk hal ini. Dalam daftar tersusun, sebanyak 100 pengusaha Jepang berpotensi menjadi investor di Jawa Tengah.

”Kalau ada 50 saja itu sudah cukup baik. Sudah kita siapkan business meeting-nya. Bahkan beberapa calon investor sudah kita ajak biacara mulai sekarang,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng Wika Bintang mengatakan, upaya kerjasama bidang tenaga kerja ini merupakan salah satu upaya menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya. Harapannya, ada peningkatan kuota tenaga kerja yang statusnya tidak hanya magang lagi, melainkan sudah kerja.

Wika menjelaskan, antusias program magang kerja sangat besar. Upah ditawarkan juga cukup besar yakni 10-20 juta per bulan dengan jangka waktu magang selama tiga tahun. ”Ini bisa diperpanjang menjadi lima tahun jika memenuhi kualifikasi perusahaan setempat. Saat ini jumlah peserta magang yang masih berada di Jepang ada 4.830 orang,” ujarnya.

Kunjungan kerja ini, ia tambahkan, juga ditujukan untuk mengetahui standar kualifikasi perusahaan di Jepang. Dengan demikian, Balai Latihan Kerja (BLK) dapat menyesuaikan kebutuhan perusahaan yang pada akhirnya semakin banyak yang lolos seleksi sebagai peserta magang. ”Sebab, selama ini dari keseluruhan yang mendaftar baru 40-50 persen yang diterima,” ujar Wika.

Dalam kunjungan ini, rombongan pejabat yang direncanakan turut serta antara lain Gubernur Ganjar Pranowo, Kepala Disnakertrans Wika Bintang, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Prasetyo Aribowo, Kepala Dinaporapar Urip Sihabudin.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up