JawaPos Radar

Drama Kebohongan Ratna Sarumpaet Untuk Jatuhkan Jokowi?

06/10/2018, 18:30 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Drama Kebohongan Ratna Sarumpaet Untuk Jatuhkan Jokowi?
Drama kebohongan Ratna Sarumpaet (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pengamat politik Boni Hargens tak habis pikir mengapa sejumlah politisi tiba-tiba percaya saja dengan omongan Ratna Sarumpaet yang mengaku dipukuli. Bahkan Calon Presiden Prabowo Subianto sampai menggelar konferensi pers menyikapi hal tersebut.

"Tiba-tiba common sense mereka tidak berkerja, ini kan nggak masuk akal. Kan tidak mungkin ada kebodohan kolektif dong ya atau kedunguan berjamaah, kecuali ada virus tiba-tiba merusak otak kita, kita menjadi dungu bersama," ujarnya dalam sebuah diskusi di Kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu (6/10).

Karena itu, dia menduga bahwa kebohongan Ratna terkait penganiayaan merupakan rancangan yang mendapat campur tangan para politikus itu. "Saya yakin ini adalah sebuah rancangan bersama," imbuhnya.

Drama Kebohongan Ratna Sarumpaet Untuk Jatuhkan Jokowi?
Ilustrasi cerita kebohongan Ratna Sarumpaet (Rofiah Drajat/ JawaPos.com)

Boni menilai rangkaian kebohongan Ratna merupakan bagian dari kampanye hitam untuk mendelegitimasi petahana. Atau dalam tanda kutip ingin menjatuhkan kubu lawannya.

"Sasaran dalam konteks ini adalah Pak Jokowi," tegas dia.

Mengapa? Itu lantaran elektabilitas petahana yakni Joko Widodo masih sangat tinggi. Karenanya, Boni menilai kubu oposisi mengalami kebuntuan untuk menjatuhkannya setelah isu PKI dan anti Islam gagal dimainkan.

"Karena oposisi tidak bisa kreatif atau sedikit lebih kritis untuk bisa mencari cara mendelegitimasi dan mereka akhirnya kembali kepada pola-pola tradisional. Pola-pola yang tidak cerdas, yang tidak mendidik. Yaitu coba menebar fitnah, menebar kebohongan," tutur Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) itu.

Kubu oposisi dalam hal ini katanya ingin membangun opini bahwa negara jahat dengan menunculkan adanya oenganiayaan terhadap Ratna yang menjadi salah satu tokoh #2019GantiPresiden.

"Seolah-olah Ratna ini subjek dengan inisiatif ingin membohongi banyak orang atau jangan-jangan Ratna hanya objek yang disuruh memainkan drama ini dan pemain utamanya adalah mereka yang hari ini mengkambing hitamkan Ratna," tutur Boni.

Karena itu dia berharap Kepolisian mengusut kasus ini hingga tuntas dan terang benderang. "Pasti ada perencanaan yang matang maka pengusutan kasus ini jangan berhenti di kebohongan. Tapi melihat skenario politiknya," tukas Boni. 

Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono membantah adanya skenario yang dimainkan kubu Prabowo Subianto terkait kasus hoax Ratna Sarumpaet. Dia menegaskan bahwa pihaknya lah yang menjadi korban.

"Nah masalah Ratna sarumpet gini ya, kami ini korban penipuan Ratna Sarumpaet ya," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (6/12).

Malah dia menduga Ratna adalah agen pihak lawan politik Prabowo dalam Pilpres 2019. Khususnya untuk menutup jebloknya kinerja ekonomi Joko Widodo yang membuat rupiah makin lemah hingga menembus angka Rp. 15 ribu. Juga, buruknya penanganan gempa di Palu.

"Jangan-jangan Ratna Sarumpet sengaja disusupi ke pihak kami oleh pihak lawan kami untuk mendiskreditkan kami," imbuhnya.

Selebihnya, tudingan Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens yang menyebut Prabowo memainkan skenario hoaks penganiayaan Ratna, tidak didasari oleh fakta.

"Ya biasalah namanya saja Boni Hargens, politisi dan akademisi nggak jelas dan ngawur kalau ngomong nggak pakai fakta," singgung Arief.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up