JawaPos Radar

Sulteng Masih Diguncang Gempa Susulan 451 Kali

06/10/2018, 17:45 WIB | Editor: Kuswandi
Korban Gempa Sulteng
Seorang dokter tengah memeriksa bayi pengungsi korban gempa di Sulteng (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Selatan‎ rupanya masih diguncang gempa susulan. Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho‎, setidaknya untuk hari ini saja, terjadi sebanyak 451 gempa bumi.

Sutopo mengatakan, dari jumlah 451 gempa bumi itu, yang dirasakan hanya 13 kali. "Itu juga tren gempanya sudah menurun, tidak kembali besar saat pertama kali terjadi. Sehingga hanya gempa kecil saja," ujar Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (6/10).

Korban Gempa Sulteng
Sejumlah pengungsi korban gempa di Sulteng tengah memilih baju sumbangan dari sejumlah pihak (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)

Sutopo menambahkan, sumber daya manusia untuk melakukan penanganan gempa dam tsunami jumlahnya sebanyak 8.223. Itu terdiri dari TNI 6.338, sipil 1.560 dan personel militer dari luar negeri jumlahnya 325.

"Sumber daya lainnya berupa alat-alat yang digunakan dalam penanganan gempa dan tsunami sebanyak 82 unit itu terdiri dari kapal, helicopter, pesawat dan alat berat lainnya," katanya.

Sementara jumlah rumah rusak totalnya 66.926 unit, yaitu 66238 di Sulawesi Tengah dan di Sulawesi Barat ada ‎688 unit rumah yang rusak.

Kemudian sekolah rusak ada 2.736 unit hasil pendataan oleh Kemendikbud, ada yang rusak ringan sampai hancur total.‎ Semuanya tersebar di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan di Kabupaten Sigi.

‎Adapun jumlah korban jiwa sampai dengan saat ini totalnya ‎sudah mencapai 1.649 orang, dan satu warga Korea Selatan. Yang meninggal itu rinciannya di Kabupaten Donggala ada 159 orang meninggal, Kota Palu 1.413 orang, Kabupetan Sigi. 64 orang, Parigi Mountong 12 orang, Pasangkayu satu orang.

Sementara jumlah pengungsi sampai dengan saat ini jumlahnya mencapai 62.359 itu tersebar di 147 titik. Jumlah ini menurun karena masyarakat telah kembali ke rumahnya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up