JawaPos Radar

Timses Jokowi: Mari Bersihkan Ratna-ratna Sarumpaet dan Sejenisnya

06/10/2018, 16:56 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Aria Bima
BERI KETERANGAN: Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Aria Bima saat memberikan keterangan kepada media, Sabtu (6/10). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kebohongan yang sudah dilakukan oleh Ratna Sarumpaet tidak hanya membuat berang Timses dari Prabowo-Sandiaga Uno, tetapi Timses dari Jokowi-Ma'ruf Amin pun turut menyoroti perilaku tersebut. Bahkan Timses Jokowi memandang bahwa kebohongan semacam itu hanya dilakukan oleh orang yang tidak sehat jiwanya.

Maka dari itu, Timses Jokowi mengajak semua pihak untuk menghilangkan adanya kebohongan-kebohongan seperti yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet.

"Jangan sampai orang yang tidak sehat jiwanya semacam ini (Ratna Sarumpaet) menggunakan media politik khususnya kampanye ini untuk membuat kompetisi kontestasi menjadi carut marut, hoax dan fitnah," tegas Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Aria Bima usai menghadiri konsolidasi relawan Pro Jokowi (Projo) di Karanganyar, Sabtu (6/10). 

Menurutnya, kebohongan seperti yang sudah dilakukan oleh Ratna Sarumpaet membuat orang tidak cerdas. Maka dari itu, Aria Bima pun mengajak kepada semua pihak untuk tidak menjadi seperti Ratna Sarumpaet dan menyebarkan kebohongan.

"Kami tidak ingin ada Ratna Sarumpaet di lingkaran Pak Prabowo dan di lingkaran Pak Jokowi, orang-orang yang sehat jiwanya sehat pikirannya harus ada di lingkaran Pak Prabowo dan di lingkaran Pak Jokowi," katanya. 

Dan jangan sampai, masih kata Aria Bima, ada Ratna-ratna Sarumpaet dan sejenisnya di lingkaran Prabowo dan Jokowi. Politisi dari PDI Perjuangan tersebut juga mengatakan, apa yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet sudah termasuk gangguan kejiwaan.

Hal ini karena dia sudah menggunakan media politik untuk berbohong. Dan apa yang dilakukannya tersebut menyangkut 147 juta penduduk Indonesia. Selain itu juga menyangkut keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) . 

"Menurut saya sulit tidak mengatakan itu (gangguan kejiwaan). Mohon maaf ya ada sesuatu yang konstruksi kejiwaannya kurang pas dan itu dieskpresikan dalam media politik nasional. Pak Prabowo sangat malu, Pak Prabowo sangat dipermalukan," tandasnya.

(apl/JPC)

Alur Cerita Berita

Aria Bima: Jangan Ada Sarumpaet Baru 06/10/2018, 16:56 WIB
Polisi Geledah Rumah Ratna Sarumpaet 06/10/2018, 16:56 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up