JawaPos Radar

Pakar Pidana: Proses Hukum ke Prabowo Cs Akan Sia-sia, Jika...

06/10/2018, 17:50 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Pakar Pidana: Proses Hukum ke Prabowo Cs Akan Sia-sia, Jika...
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pada awak media di rumahnya terkait penganiayaan yang menimpa Ratna Sarumpaet. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Nama Calon Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah politisi kini menjadi sorotan dalam kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Namun terseret atau tidaknya mereka dalam ranah pidana, dinilai tergantung pada pembuktian pihak Kepolisian.

"Proses hukum pada Prabowo cs akan sia-sia jika tidak bisa dibuktikan mereka mengetahui dan menduga bahwa berita itu bohong," ujar Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar kepada JawaPos.com, Sabtu (6/10).

Namun dia berpendapat Prabowo dalam hal ini tidak ada niatan untuk ikut dalam kebohongan Ratna. "Saya kira Prabowo terlalu riskan mempertaruhkan oportunitynya sebagai calon presiden, yang terjadi mungkin terlalu tergesa-gesa menanggapi keadaan RS (Ratna Sarumpaet)," tutur Fickar.

Pakar Pidana: Proses Hukum ke Prabowo Cs Akan Sia-sia, Jika...
Ilustrasi cerita kebohongan Ratna Sarumpaet (Rofiah Drajat/ JawaPos.com)

Sebab dia menilai Ratna sejatinya sadar bahwa apa yang disampaikannya kepada Prabowo dan sejumlah politikus akan menimbulkan keonaran. "Menjadi bukti bahwa ada pengetahuan dan kehendak agar berita itu tersebar," imbuhnya.

Untuk itu, sekali lagi hal ini hanya bisa dibuktikan dari penyidikan dari pihak Kepolisian. "RS dengan keadaanya seperti sekarang ini sudah dijadikan tersangka, tinggal proses pembuktiannya saja," pungkas Fickar.

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet sempat membuat geger masyarakat dengan foto wajahnya yang penuh lebam beberapa hari lalu. Ibunda Atiqah Hasiholan itu lantas didatangi calon presiden Prabowo Subianto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, hingga Mantan Ketua MPR Amien Rais.

Kabarnya, dalam pertemuan itu Ratna bercerita bahwa luka lebam diwajahnya akibat dipukuli orang di Bandara Husein Sastranegara Bandung pada 21 September malam.

Namun ternyata setelah ditelusuri pihak Kepolisian, terungkap fakta bahwa Ratna pada tanggal tersebut Ratna malah berada di RS Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta. Hal tersebut diperkuat dengan rekaman CCTV dan bukti transfer uang dengan total Rp 90 juta rupiah.

Dia menjalani perawatan bedah pelastik hingga 24 September 2018. Usai polisi mengekspos fakta-fakta itu, akhirnya Ratna menggelar konferensi pers dan mengakui bahwa dia telah berbohong dan sebagai pencipta hoax terbaik.

Lebih lanjut, Ratna pun diamankan semalam di Bandara Soekarno-Hatta ketika hendak bertolak ke Chile. Dia berdalih akan menghadiri konferensi internasional dan menjadi pembicara pada acara tersebut.

Ratna lantas digiring ke Mapolda Metro Jaya malam itu juga. Ternyata dia telah dicekal dan ditetapkan sebagai tersangka sejak sore sebelum keberangkatannya. 
 

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up