JawaPos Radar

1.650 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa dan Tsunami Sulteng

06/10/2018, 16:48 WIB | Editor: Estu Suryowati
1.650 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa dan Tsunami Sulteng
Berdasarkan data BNPB, per 5 Oktober pukul 17.00 WITA, tercatat sebanyak 1.649 orang meninggal dunia, satu di antaranya warga negara asing (WNA) Korea Selatan. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Korban jiwa bencana alam gempa dan tsunami yang mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) terus bertambah. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per 5 Oktober pukul 17.00 WITA, tercatat sebanyak 1.649 orang meninggal dunia, satu di antaranya warga negara asing (WNA) Korea Selatan.

"Ada satu warga Korea Selatan atlet paralayang, dia sudah dikremasi, tertimbun di Hotel Roa Roa," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Sabtu (6/10).

Sementara itu 1.649 orang teridentifikasi warga Sulteng. Seluruh korban meninggal tersebut adalah korban di Donggala (159 orang), Palu (1.413 orang), Sigi (64 orang), Parigi Mountong (12 orang), serta Pasangkayu (satu orang).

Semua korban, keculai warga Korea Selatan telah dimakamkan. Mereka dimakamkan secara massal di tempat pemakaman umum (TPU) Paboya (628 jenazah), TPU Pantoloan (957 jenazah), Donggala (35 jenazah), Balaroa (10 jenazah), Petojo (10 jenazah), Biromaru (delapan jenazah), dan Pasangkayu (satu jenazah).

Adapun korban luka berat yang dirawat di rumah sakit mencapai 2.549 orang. Sutopo menambahkan, jumlah korban hilang mencapai 256 orang, dan korban tertimbun 152 orang.

"Korban hilang dan tertimbun ini paling banyak di Kota Palu, karena saat ini petugas gabungan masih melakukan pencarian," katanya. 

Sementara itu, jumlah pengungsi tercatat mencapai 62.359 orang, dan tersebar di 147 titik. Jumlah ini menurun karena masyarakat telah kembali ke rumahnya.

"Jadi mereka ada yang kembali ke rumahnya, dan ada yang juga meninggalkan Palu ke Makassar," pungkasnya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up