JawaPos Radar

Undip Siap Tampung dan Kuliahkan Mahasiswa Asal Palu Secara Gratis

06/10/2018, 15:36 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Rektor Undip Yos Johan Utama
Rektor Undip Yos Johan Utama saat dijumpai wartawan di Gedung Sudharto, Undip, Sabtu (6/10). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Simpati terhadap korban bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah terus berdatangan. Kali ini giliran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang menyatakan kesediaannya menampung para mahasiswa asal Palu.

Rektor Undip Yos Johan Utama mengatakan, pihaknya mengizinkan para mahasiswa asal Palu yang menjadi korban bencana untuk berkuliah di tempatnya. Khususnya bagi mereka yang segala aktivitas kampusnya terhenti akibat adanya gempa dan tsunami, termasuk salah satunya Universitas Tadulako (Untad).

"Kita sudah siapkan gedung TCII-BTB itu kosong. Di situ ada sekitar 50 kamar yang tiap kamarnya bisa diisi sampai empat orang. Mereka di sini kuliah dan kuliah di sini, diakui di sana (kampus asal mahasiswa)," ujarnya saat dijumpai di Gedung Sudharto, Undip, Sabtu (6/10). 

Gempa dan Tsunami Sulteng
ILUSTRASI: Dari pendataan sementara, ada beberapa universitas yang aktivitasnya bisa dibilang lumpuh. Seperti Untad tadi, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas terbuka di Palu, serta IAIN. (Sahrul Ramadhan/JawaPos.com)

Ia mengatakan bahwa segala mata kuliah yang dipelajari di Undip, nilainya bakal ditransfer ke universitas asal mereka. "Nanti mereka yang akan menggelar penilaiannya. Di sini mereka tidak bayar. (Kuliahnya) gratis," sambungnya.

Kuliah bebas berbayar ini, lanjut Johan, ditujukan untuk semua jurusan tanpa pengecualian. Beberapa fakultas seperti kedokteran atau ilmu sosial bahkan sudah siap menampung mereka. "Mereka nanti kuliah satu semester. Atau dua semester pun nggak masalah," tambahnya.

Untuk menanggung makan, minum para mahasiswa tersebut, Johan mengatakan sudah membuka pendaftaran untuk orangtua asuh. Menurutnya, pendaftar dalam hal ini adalah para dosen Undip, juga sudah banyak.

Sementara untuk mahasiswa asli Palu yang sedianya memang menempuh pendidikan di Undip, sangat memungkinkan dibebaskan biaya kuliahnya. Namun, untuk saat ini masih dikumpulkan datanya terkait jumlah dan sebarannya. 

Sementara iyu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengatakan program kuliah sementara atau 'sit in' bagi mahasiswa ini diinisiasi oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).

Dari pendataan sementara, ada beberapa universitas yang aktivitasnya bisa dibilang lumpuh. Seperti Untad tadi, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas terbuka di Palu, serta Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Dato Karama Palu.

Bagi para mahasiswa-mahasiswa kampus di atas agar supaya bisa berkuliah di universitas lain, Natsir berujar, MRPTNI sudah menyiapkan beberapa mekanismenya. Seperti misalnya untuk koas bisa disebar ke seluruh perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran.

"Ada yang dengan daring, fakultas hukum UI sudah menjembatani. Tetep di Palu, tapi bisa jarak jauh. Lalu bisa dengan Credit Transfer Semester (CTS), kuliah di tempat lain tapi tetap mahasiswa kampus Palu. Saya minta para rektor membantu dan banyak dari mereka yang membebaskan," tandasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up