JawaPos Radar

BNN Ringkus Tujuh Orang Jaringan Sabu-sabu 53,39 Kg Asal Aceh

06/10/2018, 15:21 WIB | Editor: Dida Tenola
BNN Ringkus Tujuh Orang Jaringan Sabu-sabu 53,39 Kg Asal Aceh
Para tersangka jaringan sabu-sabu asal Aceh, saat dikeler ke lokasi penangkapan, Sabtu (6/10) (Prayugo Utomo/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Tujuh tersangka jaringan sabu-sabu berjalan tergopoh-gopoh saat keluar dari mobil tahanan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara, Sabtu (6/10) siang. Mereka dikeler ke lokasi penangkapan, Jalan Brigjen Katamso, Medan. 

Para tersangka dengan wajah lusuh hanya bisa menunduk. Kedua tangan mereka diborgol, tak berkutik. Beberapa petugas BNN yang menggunakan penutup wajah tampak menenteng senjata laras panjang.

Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari menjelaskan, penangkapan tujuh orang itu berlangsung, Jumat (5/10). Mereka masing-masing berinisial JS, 37; S, 40; ED, 49; N, 53; J, 54; ZA, 34; dan BH, 39. Total barang bukti yang berhasil diamankan BNN cukup fantastis. Beratnya mencapai 53,39 kg."Mereka membawa barang yang masuk dari Pantai Pane, Kabupaten Labuhanbatu," jelas Arman, Sabtu (6/10). 

Selain barang bukti sabu-sabu, BNN juga menyita tiga unit mobil dan beberapa teleopon genggam. Jaringan ini memang sudah lama diburu oleh lembaga anti madat tersebut.

Penangkapan berawal, saat mobil yang ditumpangi oleh lima tersangka yang berperan sebagai kurir melintas di Jalan Brigjen Katamso, BNN lantas membuntutinya. Mereka langsung disergap saat akan melakukan transaksi dengan dua orang yang diutus sang bandar. "Lima orang itu transporter (kurir) dari Tanjungbalai ke Medan. Dua lagi berperan sebagai penerima barang. Penangkapannya subuh," tambah Arman. 

Jenderal bintang dua itu melanjutkan, modus yang dipakai para pelaku cukup baru. Sabu-sabu dikemas dalam plastik berwarna kuning. Setelah dibungkus, serbuk haram itu dimasukkan ke dalam jerigen untuk mengelabui petugas. 

Kepada BNN, mereka mengaku disuruh oleh bandar besar yang berada di Aceh. Arman mengatakan bahwa jalur penyelundupan jaringan ini cukup berbeda. Biasanya, penyelundup dikendalikan dari bandar yang ada di Sumatera Utara. Kali ini pengendalinya dari Aceh. 

Saat ini seluruh tersangka sudah ditahan di BNNP Sumut. Mereka terancam dijerat Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati. 

 

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up