JawaPos Radar

Trump Sanksi Perusahaan Eropa yang Berbisnis dengan Iran

06/10/2018, 18:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
trump, sanksi iran, iran, as,
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjatuhkan sanksi pada perusahaan di Eropa yang tetap melakukan bisnis dengan Iran (Sputnik)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjatuhkan sanksi pada perusahaan di Eropa yang tetap melakukan bisnis dengan Iran, setelah penarikan kesepakatan nuklir yang dilakukan AS. AS akan terus menekan sekutu untuk mengikuti Washington dalam mendukung perjanjian.

Penasehat Keamanan Nasional Trump John Bolton meramalkan, Eropa akan tertarik untuk ikut bersama AS daripada melanjutkan kesepakatan nuklir 2015. Padahal, perusahaan-perusahaan besar Eropa telah menandatangani miliaran dolar kontrak di Iran.

Ketika ditanyai apakah itu berarti pemerintah Trump akan menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan itu, Bolton mengatakan, “Itu mungkin. Itu tergantung pada perilaku pemerintah lain," katanya dilansir dari The Guardian pada Sabtu (6/10).

trump, sanksi iran, iran, as,
Perusahaan minyak Eropa, Total ikut meninggalkan Iran karena takut dikenai sanksi AS (Al Arabiya)

Sanksi AS terhadap Iran diberlakukan setelah penarikan Trump dan tidak hanya memblokir perusahaan-perusahaan AS untuk melakukan bisnis di negara itu, tetapi juga melarang perusahaan-perusahaan asing yang berbisnis di sana dari mengakses seluruh perbankan dan sistem keuangan AS.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, kekayaan yang diciptakan di Iran di bawah ketentuan kesepakatan nuklir. Dia menolak untuk mengesampingkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan Eropa. "Rezim yang akan diberi sanksi sekarang sangat jelas persyaratannya," kata Pompeo di Fox News Sunday.

Keputusan Trump untuk membatalkan kesepakatan nuklir itu dikritik tajam oleh para pemimpin Eropa. Para pemimpin di Eropa telah berjanji untuk menegakkan kesepakatan mereka.

Namun, Volkswagen, pembuat mobil Jerman, telah kembali mengekspor mobil ke Iran. Duta Besar AS di Berlin langsung memberikan peringatan pada perusahaan tersebut. "Perusahaan Jerman yang melakukan bisnis di Iran harus segera menghentikan operasi," katanya di Twitter-nya.

Trump mengklaim kesepakatan nuklir itu busuk meskipun ada konsensus umum bahwa Iran mematuhinya. Sementara itu, Iran mengaku telah membongkar program nuklirnya dan mengizinkan inspeksi internasional.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up