JawaPos Radar

Saluran Air Mampet, Dinas SDA Tegur Kontraktor MRT dan LRT

07/10/2018, 01:05 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Saluran Air Mampet, Dinas SDA Tegur Kontraktor MRT dan LRT
Pembangunan infrastruktur di Jakarta sebabkan genangan (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com -  Penataan saluran air menjadi sarana terpenting untuk mengendalikan banjir di Jakarta. Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta pun berupaya sedemikian rupa agar saluran-saluran dapat tidak tersumbat.

Sayangnya, Sekretaris Dinas SDA DKI Jakarta Rodia Renaningrum menyampaikan seringkali gangguan pada saluran air itu ada beberapa faktor, salah satunya pembangunan jalan layang seperti untuk lintasan LRT maupun MRT.

"Ya kalau saluran itu antisipasinya pasti koordinasi. Kita kerjasama sama Pemerintah setempat Lurah, Camat dan Walikota setempat untuk menegur si pengerja atau kontraktor. Ya untuk memperhatikan saluran," jelasnya kepada JawaPos.com, Sabtu (6/10).

Saluran Air Mampet, Dinas SDA Tegur Kontraktor MRT dan LRT
Petugas SDA mengeruk sedimen di sekitaran proyek infrastruktur (ist/JawaPos.com)

Rodia menyampaikan pihak kontraktor pernah ada yang ingin memindahkan saluran ke tempat lain, tanpa memikirkan aliran akhirnya. Dari situlah sumber kemacetan aliran terjadi sehingga pihaknya sempat menegur beberapa kali.

"Ada juga material (pembangunan) mereka yang menghambat saluran air. Kalau soal itu sudah diiventarisasi terkait daerah yang berpeluang menjadi genangan banjir dan dampak pembangunan jalan," papar Rodia.

Untuk pengurusan saluran air di tepi jalan raya sendiri, Rodia menyatakan ada dua dinas yang berwenang mengurusi. Pertama, Dinas Bina Marga dan Dinas SDA.

"Kalau jalan ada dua kewenangan, satu Bina Marga karena mereka yang urus saluran tepi jalan, ketika saluran tepi jalan menuju pada saluran besar baru tanggung jawabnya ke Dinas SDA," tandasnya.

Sebelumnya, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengumumkan terdapat 180 titik air di Jakarta selama musim hujan. Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Teguh Hendarwan pun menyampaikan agar masyarakat dapat tenang.

"Hasil penghitungan kami dari Januari-Juni 2018, itu tercatat ada sekitar 180 titik genangan yang memang kejadiannya enggak terlalu lama, paling 2-3 jam itu bisa surut," ujar Teguh di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (3/10).

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up