JawaPos Radar

Pengamat Endus Skenario Kubu Prabowo di Balik Hoaks Ratna Sarumpaet

06/10/2018, 15:20 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Pengamat Endus Skenario Kubu Prabowo di Balik Hoaks Ratna Sarumpaet
Aktivis Ratna Sarumpaet dikabarkan dipukuli orang tidak dikenal ternyata hoax (Miftahul Hayat/ Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Direktur LPI Boni Hargens menilai adanya politisasi dalam kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet. Dinyatakan politis lantaran Calon Presiden Prabowo Subianto hingga menggelar konferensi pers ketika aktivis itu dikabarkan dianiaya orang tidak dikenal.

"Yang bikin jadi politis adalah konferensi pers yang dilakukaan kubu Prabowo. Jadi Ratna bukan masalah utama," ujarnya saat menggelar diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu (6/10).

Dia pun menduga jangan-jangan hal ini sudah diskenariokan. "Pertanyaaannya apa mungkin ini kebetulan? Apa mungkin ratna kerja sendiri? Apa ini sebuah kerja dan kebohongan kolektif?" beber Boni.

Pengamat Endus Skenario Kubu Prabowo di Balik Hoaks Ratna Sarumpaet
Ilustrasi cerita kebohongan Ratna Sarumpaet (Rofiah Drajat/ JawaPos.com)

Dia yang mengaku kenal Ratna sejak lama sangat mengetahui sosok aktivis zaman orde baru itu. "Apa mungkin Ratna hanya genit? Atau ulah setan? Saya tidak percaya. Saya yakin ada skenario," sebut Boni dengan penuh kecurigaan.

Sayangnya, skenario yang dibuat oleh kubu oposisi itu kata dia prematur dan gagal. "Polisi lebih canggih dan pintar, rakyat juga sudah pintar. Ini fenomena besar jangan berhenti di Ratna Sarumpaet," tegasnya.

Skenario yang dimaksud yakni dengan menciptakan kebencian di masyarakat. Ketika ada kabar Ratna dipukuli oleh orang tidak dikenal, kubu Prabowo secara simultan menyampaikan kabar tersebut.

Opini katanya dikembangkan seolah-olah pemerintah yang dipimpin Joko Widodo tidak bisa melindungi rakyatnya. Bahkan penegak hukum dinilai tidak bisa mengusut kasus yang dialami kubu oposisi.

Cara-cara itu dilakukan mengingat isu politik identitas, ekonomi, dan PKI gagal dimainkan. "Politik berbasis kebencian ini yang menurut kami adalah masalah serius. Jadi persoalan kebohongan ini bukan hanya soal Ratna tapi sudah masuk masalah politik yang dijadikan isu kampanye yang dimainkan kelompok oposisi," ungkap Boni.

Hal ini menurutnya sangat membahayakan proses demokrasi. "Propaganda politik macam ini buat saya bukan mengamcam pemilunya saja, tapi juga masa depan Indonesia," pungkas Boni. 

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up