JawaPos Radar

Peugeot dan Citroen Keluar dari Iran untuk Hindari Sanksi AS

06/10/2018, 15:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
sanksi iran, iran, as, trump, nuklir,
Perusahaan raksasa mobil Perancis PSA, yang membuat mobil Peugeot dan Citroen mengatakan akan menarik dua usahanya di Iran untuk menghindari risiko sanksi AS setelah Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir (Pic Click Uk)
Share this image

JawaPos.com – Perusahaan raksasa mobil Perancis PSA, yang membuat mobil Peugeot dan Citroen mengatakan akan menarik dua usahanya di Iran untuk menghindari risiko sanksi AS setelah Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan Teheran. Dilansir dari The Local beberapa waktu yang lalu, beberapa pengusaha Eropa memang telah bersumpah untuk melindungi perusahaan mereka di Iran dari jangkauan sanksi AS yang mulai diberlakukan pada November.

"Kelompok ini telah mulai menangguhkan kegiatan usahanya, untuk mematuhi undang-undang AS pada 6 Agustus 2018," pembuat mobil Peugeot dan Citroen mengatakan dalam sebuah pernyataan.

PSA, produsen mobil terbesar kedua di Eropa, menandatangani kesepakatan dengan dua produsen mobil Iran, Iran Khodro dan Saipa, pada 2016 setelah sanksi dicabut menyusul perjanjian penting tahun 2015 yang bertujuan untuk mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir. PSA menjadi satu di antara beberapa perusahaan yang bergegas ke Iran. Tahun lalu, 2017, PSA menjual hampir 445.000 kendaraan di Iran, menjadikan negara itu salah satu pasar terbesarnya di luar Prancis.

sanksi iran, iran, as, trump, nuklir,
PSA, produsen mobil terbesar kedua di Eropa, menandatangani kesepakatan dengan dua produsen mobil Iran, Iran Khodro dan Saipa, pada 2016 setelah sanksi dicabut menyusul perjanjian penting tahun 2015 (AFP)

Meskipun telah absen dari pasar AS sejak 1991, perusahaan mengatakan pada bulan Januari bahwa mereka berharap untuk meluncurkan layanan car sharing di satu atau dua kota di Amerika.

Tetapi PSA, yang juga memiliki merek Opel dan Vauxhall, juga mencatat bahwa penjualan Iran masih mencapai kurang dari satu persen dari total penjualannya, jadi keluar

CEO dari raksasa minyak Prancis Total, yang berharap untuk meluncurkan proyek gas alam besar di Iran, mengatakan bahwa peluang untuk memenangkan pengecualian terhadap sanksi AS sangat tipis. 

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up