JawaPos Radar

Maruf Amin: Seruan Moral Tak Cukup Hentikan Hoaks

06/10/2018, 13:41 WIB | Editor: Kuswandi
Maruf Amin
KH Ma'ruf Amin saat berkunjung ke kediaman almarhum Gusdur beberapa waktu lalu (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengatakan seruan moral saja dinilai tak cukup untuk menghentikan perilaku menyebarkan hoaks, khususnya lewat media sosial. Kata Ma'ruf, penegakan hukum yang tegas harus dilakukan agar bisa menghentikan hoaks yang dianggap bisa memecah belah bangsa.

Menurut Ma'ruf Amin, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa yang menyatakan hoaks seharusnya tak dilakukan. Namun, kemudian disadari bahwa seruan moral saja tidak cukup. Sebab hoaks sudah merajalela padahal pemilu presiden masih tahun depan.

"Ternyata seruan secara moral itu tidak cukup. Karena itu perlu ada langkah-langkah menjeratkan. Saya kira perlu ada tindakan yang lebih mengarahkan hukuman penjara. Kalau tidak jera, bisa menggangu stabilitas dan keamanan menganggu keutuhan bangsa," ujar Ma'ruf dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (6/10).

Dengan hoaks, menurut Maruf, orang seenaknya membuat gaduh. Sehingga penanganannya harus diserahkan kepada aparat yang berwenang menangani masalahnya.

"Kalau tidak ditindak, nanti semakin merajalela. Orang tidak takut. Kalau ada tindakan (tegas) biasanya bisa jera. Jadi tidak cukup diimbau secara moral," katanya.

Maruf juga berharap masyarakat lebih cerdas dan mewaspadai isu yang bisa memecah belah bangsa. Karena itu, jika berbeda pilihan, baik di pemilu legislatif maupun pemilu presiden, jangan sampai memecah persatuan antar anak bangsa.

"Keutuhan bangsa lebih baik diutamakan. Pilpres dan Pileg itu kan hanya lima tahun. Tapi keutuhan bangsa itu harus kita jaga sepanjang masa," pungkasnya.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up