JawaPos Radar

Timah Panas Polisi Akhiri Petuangan Begal Sadis di Palembang

Saat Beraksi Kerap Lukai Korban Hingga Cacat

06/10/2018, 12:02 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Timah Panas Polisi Akhiri Petuangan Begal Sadis di Palembang
Ilustrasi aksi begal saat mengejar korbannya (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Irwan alias Iwan Jari Enam,35, terbujur kaku di kamar jenazah RS Bhayangkara Palembang. Pelaku curas yang acapkali melukai setiap korbannya itu tewas ditembak aparat Unit Pidum Satreskrim Polresta Palembang, Jumat (5/10), sekitar pukul 05.30 WIB.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono HB, mengatakan, tersangka terpaksa ditembak karena melawan dengan senpi rakitan saat akan ditangkap.

”Dari penangkapan ini, disita barang bukti senpira replika revolver dengan 2 peluru caliber 33 mm, celurit, 2 ponsel, dan motor yang dikendarainya saat beraksi,” jelasnya seperti dikutip Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Sabtu (6/10).

Tersangka yang merupakan warga Jl Pipa Jakabaring itu jadi buruan polisi karena merupakan pelaku curas yang dikenal sadis setiap beraksi. Dari empat laporan polisi (LP) yang ada, korbannya dibuat cacat sampai ada yang meninggal dunia. “Empat LP yang diterima dengan tersangka Irwan ini, di Polsek Sukarami, IB II, Gandus, dan Plaju,” katanya.

Dijelaskan, untuk kasus curas roda 2 (R2), terjadi di TKP depan Situs Purbakala, Gandus, 18 Oktober 2017, sekitar pukul 08.00 WIB. Korbannya atas nama Meta, cacat akibat disiram pakai air keras. TKP kedua, Jl RA Abusamah, Sukarami, 25 Agustus 2016, sekitar pukul 03.30 WIB. Korban atas nama Heri, ditembak empat kali. Mengenai pinggang, paha, dan badan.

Lalu, TKP ketiga, Jl Rambutan, depan Masjid Al-Maghfiroh, 30 Ilir, IB II, 12 Mei 2018, sekitar pukul 03.30 Wib. Korban Wilyani dan ibunya, subuh itu baru pulang dari pasar pagi. Korban dipepet dan diancam pakai senpi, motornya dirampas. TKP Keempat, Jl Kapten Robani Kadir, Plaju, Agustus 2016. “Korbannya, Nuraini, meninggal dunia ditembak tersangka di bagian badan dan paha,” urai Wahyu.

Kata Wahyu, pihaknya masih melakukan pengembangan karena diduga masih ada pelaku dan TKP lain. ”Kami juga akan menindak tegas bagi para pelaku begal lainnya," tegas Wahyu.

(ask/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up