JawaPos Radar

Jangan Sembarang Memilih Filler, Ketahui Dulu Cairannya

06/10/2018, 11:59 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Filler, filler, perawatan wajah, suntik filler,
Ilustrasi. Filler telah menjadi tren sejak 15 tahun terakhir. (Dermamedical)
Share this image

JawaPos.com - Kaum hawa rela merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa terlihat lebih muda dari usia. Ragam perawatan kecantikan wajah dari penggunaan cream hingga pembedahan wajah. Nah, salah satu perawatan kecantikan yang bisa dilakukan adalah filler.

Tren filler sudah ada sejak 15 tahun terakhir. Filler merupakan teknik menyuntikkan cairan pada titik-titik wajah yang kosong. Biasanya cairan yang disuntikkan merupakan cairan hyaluronic acid. Titik-titik wajah tersebut misalnya garis wajah disekitar pipi, bawah mata, dagu, atau bagian dahi yang kosong.

Namun, ada yang perlu diperhatikan konsumen sebelum melakukan filler. Terlebih, cairan yang disuntukkan sewaku-waktu akan menyusut dengan sendirinya selama enam bulan. 

“Sisa cairan filler yang baik akan membuat kelembabannya menjadi lebih tinggi karena dia menarik air, sehingga terasa lebih lembab, namun jika filler itu ‘bodong’ malah akan menyebabkan wajah menjadi keras,” ujar dr. Irena Sakura Rini, MARS, SpBP-RE, ketika di temui di RS Dharmais, Jakarta, Sabtu (6/10).

Sehingga, konsumen pun diharapkan bertanya dengan jelas terhadap cairan yang akan disuntik ke titik-titik di wajah. Sebab, diakui dr. Irene terkadang ada dokter yang tidak tahu bahwa obat yang dipakai bukan hyaluronic acid, melainkan silicon cair.

Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI) ini juga mengungkapkan kalau rata-rata kandungan cairan yang disuntikkan berukuran 2-5 cc. Ia juga menekankan kalau reaksi cairan filler akan berbeda-beda pada tiap orang. Untuk itu pentingnya konsultasi dan terbuka dengan dokter sebelum melakukan filler.

(Inr/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up