JawaPos Radar

Kecelakaan Maut di Perlintasan Margorejo

Satu Penumpang Avanza Tewas, Polisi Segera Periksa CCTV

06/10/2018, 10:23 WIB | Editor: Dida Tenola
Satu Penumpang Avanza Tewas, Polisi Segera Periksa CCTV
Kondisi Toyota Avanza yang ringsek usai ditabrak KA Mutiara Timur di Perlintasan Margorejo, Surabaya, Jumat malam (5/10) (Aryo Mahendro/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Tabrakan antara KA Mutiara Timur dengan mobil Toyota Avanza dan sepeda motor Honda Beat di perlintasan Margorejo, Surabaya, Jumat malam (5/10), merenggut satu nyawa. Korban tewas adalah salah seorang penumpang Avanza bernama Sukiyah Romatin, 40, warga Masangan Wetan, Sukodono, Sidoarjo.

Kapolsek Wonocolo Kompol Budi Nurtjahjo menerangkan, setelah tabrakan itu, Sukiyah sempat mendapat pertolongan. Sayang, nyawa Sukiyah tidak bisa diselamatkan saat berada di IGD RS Bhayangkara Polda Jatim. ”Korban yang meninggal merupakan istri pengemudi Avanza,” terang Budi, Sabtu (6/10).

Avanza bernopol L 1928 JV itu ditumpangi oleh sekeluarga. Selain Sukiyah, ada suaminya yang mengemudikan mobil, M. Kurjum 49; dan putrinya, Nadjema Farika, 10. Sedangkan pengendara Honda Beat yang mengalami luka-luka diketahui bernama M. Anas Iqbal, 21, warga Perumahan Taman Aloha, Sukodono, Sidoarjo.

Sesaat setelah mobil itu tertabrak kereta, Nadjema mendapat pertolongan warga. Dia dibawa ke rumah seorang warga bernama Mulyono, 45 di Jalan Kranggan Margorejo.

Nadjema hanya menderita luka lecet di pipi kanan dan bengkak di tangan kanan. Dia menolak dibawa ke rumah sakit tanpa orang tuanya. Nadjema terus merengek. "Makanya kami tolong dulu di rumahnya. Kami ingin membantu memulihkan psikologisnya setelah tertabrak kereta," kata Budi.

Sementara itu, berdasar pantaun JawaPos.com di RS Bhayangkara, kondisi Kurzum berangsur membaik. Dia sudah sadar. Meskipun masih merasakan pusing dan sakit di kepalanya. Begitu pula dengan Anas yang mengalami patah tulang tangan kiri. 

Ditanya soal palang pintu kereta yang terlambat menutup, Budi mengaku belum dapat memastikan. Dia mengatakan, pihaknya masih akan mendalami kasus kecelakaan tersebut melalui rekaman CCTV yang terpasang pada traffic light di lokasi kejadian. 

"Soal kesaksian penjaga palang pintu yang bernama Bambang Sutiyanto, saya juga belum tahu. Karena yang fokus untuk evakuasi kecelakaannya dulu bersama anggota Satlantas Polrestabes Surabaya," lanjut perwira polisi dengan satu melati di pundak itu.

Budi kembali menjelaskan kronologis kecelakaan maut itu. Musibah mobil Avanza yang dikemudikan melaju dari arah Jembatan Mayangkara (arah utara) ke selatan. KA Mutiara Timur tujuan Banyuwangi juga melaju dari arah yang sama. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 22.13 WIB.

Saat berada di perlintasan Margorejo, mobil berbelok ke kiri menyebrangi rel. Saat itu kondisi palang pintu perlintasan diduga masih menutup separo. Mobil dan motor itu kemudian menyerobot masuk. Sayangnya kedua pengemudi kendaraan itu tidak memperhatikan jarak kereta api yang sudah dekat. "Mobilnya, terseret ke pagar pembatas antara rel kereta dan jalan raya. Waktu saya datang di lokasi kejadian, pintu palang masih goyang-goyang (belum tertutup sepenuhnya, Red)," tutur Budi.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up