JawaPos Radar

Meriahnya HUT ke-73 TNI di Balikpapan

06/10/2018, 05:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
Meriahnya HUT ke-73 TNI di Balikpapan
HUT TNI yang dirayakan serentak kemarin menyuguhkan kebolehan anggotanya, termasuk di Lapangan Merdeka Balikpapan (ANGGI PRADITHA/Kaltim Post/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Semua mata terbelalak. Suara ledakan cukup keras terdengar dua kali. Diiringi kepulan asap. Tiba-tiba, lima motor trail berlompatan dari jembatan kayu di sisi kiri tenda tamu di depan Lapangan Merdeka, Balikpapan.

Mengenakan seragam hitam serta rompi anti-peluru, para penunggang motor itu adalah anggota Yonif Raider 600/Modang. Mereka unjuk kebolehan. Tak hanya trik jump dan wheelie, juga freestyle yang mengundang banjir tepuk tangan penonton.

Pertunjukan tersebut merupakan rangkaian dari pembukaan upacara HUT Ke-73 TNI, Jumat (5/10) pagi. Upacara yang dipimpin Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Subiyanto itu juga dihiasi defile prajurit TNI-Polri, alat utama sistem persenjataan (alutsista), paramotor, fast roping, dari Heli Bell 142, serta pertunjukan tari bertajuk Pesona Nusantara.

Tari yang diikuti pelajar hingga prajurit TNI itu menampilkan berbagai kekayaan kebudayaan Indonesia. Tak habis kemarin, beragam acara masih bisa dinikmati masyarakat hingga besok, Minggu (7/10), yang merupakan hari terakhir rangkaian perayaan HUT.

Profesionalisme TNI untuk Rakyat. Itulah tema ulang tahun kali ini. Dikatakan pangdam, kalimat temanya memang singkat, namun padat. Yang dimaknai agar prajurit TNI senantiasa mampu meningkatkan profesionalismenya melalui berbagai pendidikan, latihan, persenjataan, alutsista, serta dipenuhi kesejahteraannya oleh negara. Itu semata-mata untuk seluruh rakyat Indonesia.

Dia juga menuturkan, para prajurit termasuk di kodam juga sering terlibat dalam misi perdamaian dunia dengan mengirimkan pasukan Garuda oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kiprah TNI dalam berbagai bentuk penugasan baik di dalam maupun luar negeri tersebutlah yang membentuk TNI menjadi institusi yang disegani.

Sebagai alat negara, tugas TNI tidak lepas dari berbagai tantangan saat ini maupun pada masa depan yang semakin kompleks. Perkembangan politik, ekonomi, dan teknologi global dikatakan telah menciptakan ruang atau dimensi dan metode peperangan baru.

Krisis ekonomi yang diikuti dengan ketegangan percaturan politik global membuat perang tidak lagi terbatas (restricted war) dalam suatu batas teritorial.

Perang telah menjadi tidak terbatas (unrestricted war) masuk ke berbagai dimensi, seperti perang ekonomi, perang dagang, perang hukum, perang siber, perang opini, bahkan akhir-akhir ini kita menyaksikan adanya perang mata uang di berbagai negara.

Era perang kinetik bergeser ke arah perang digital, non-letal, tapi tetap menimbulkan dampak merugikan bagi kehidupan masyarakat bernegara. Konsep-konsep ini mengaburkan filosofi perang konvensional, selain melahirkan dimensi-dimensi ruang palagan baru juga menggeser dimensi waktu, karena perang-perang tersebut terjadi pada masa damai.

"Selain menghadapi kompleksitas tantangan ke depan, kita juga harus menghadapi gejolak alam yang terjadi akhir-akhir ini," ucap pangdam dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Sabtu (6/10).

Pada 2018, TNI telah terlibat dalam penanggulangan bencana di berbagai daerah, seperti kejadian luar biasa gizi buruk di Asmat-Papua, letusan Gunung Agung di Bali, kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatra, gempa bumi di Lombok. Saat ini TNI juga tengah terlibat dalam misi kemanusiaan di Sulawesi Tengah, antara lain Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong.

Ya, dalam peringatan HUT Ke-73 TNI ini tidak hanya bertabur bintang dan sukacita, acara ini juga ditujukan dengan penggalangan bantuan bagi korban. Di Palu, Pangdam Subiyanto mengatakan, bantuan pengamanan dan tenaga medis TNI jadi prioritas utama.

Demi meringankan beban para korban sekaligus memberikan suntikan motivasi, TNI telah mengerahkan personel dan alutsista untuk memberikan pertolongan pertama, demi melaksanakan evakuasi, menyalurkan bantuan, pengamanan, serta memulihkan sarana prasarana secara bertahap.


"Kami akan kembali mengirim 300 prajurit dari Balikpapan menggunakan KRI Surabaya menuju Palu. Operasi misi kemanusiaan ini berlangsung sesuai permintaan pemerintah," ujarnya.

Tugas lain yang tidak kalah penting adalah membantu pemerintah dalam mengatasi aksi terorisme, penegakan hukum di laut, pengamanan wilayah udara, serta terlibat dalam pengamanan event strategis nasional dan internasional, seperti Asian Games, Asian Para Games, dan pengamanan sidang tahunan IMF-World Bank di Bali.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah hiruk-pikuk kehidupan politik dan demokrasi bangsa Indonesia. Sebab, TNI turut terlibat dalam tugas non-perang, seperti pengamanan pemilu. Diharapkan proses demokrasi yang akan berlangsung pada 2019 tidak menimbulkan ancaman disintegrasi bangsa.

"TNI harus terus mentransformasi diri, menjadi kekuatan militer yang profesional, andal, dan kapabel menghadapi berbagai bentuk ancaman dan gangguan dari dalam hingga luar. Dan pada masa pemilihan TNI harus menjaga netralitasnya," kata pangdam.

(jpg/ce1/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up