JawaPos Radar

Hadir di RMP Sinoed HKBP, Ma'ruf Amin Terima dari Ulos dari Ephorus

06/10/2018, 00:37 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Ma'ruf Amin dan Ephorus
cawapres nomor urut 02 Ma'ruf Amin terbang ke Tarutung, Sumatera Utara. Di sana Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu bertemu dengan parat petinggi gereja. (Jpnn/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Usai berkumpul dengan pada Kiai di Purwakarta, Jawa Barat, cawapres nomor urut 02 Ma'ruf Amin  terbang ke Tarutung, Sumatera Utara. Di sana Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu bertemu dengan parat petinggi gereja.

Ma'ruf Amin datang ditemani istrinya Wury Estu Handayani. Sesampainya di lokasi pertemuan, mantan Rais Aam PBNU itu langsung dikalungi kain ulos khas Batak tanda doa dan pengharapan oleh Ephorus dan petinggi gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Peristiwa kultural ini terjadi ketika Ma'ruf, diundang sebagai tokoh bangsa ke acara Rapat Majelis Pekerja (RMP) Sinoed HKBP, di kantor pusatnya di Pearaja, Tarutung. Rapat itu dipimpin langsung oleh Ephorus Pendeta Dr. Darwin Lumban Tobing

Sebelum memberi ulos, Ephorus Darwin mengatakan, bagi orang Batak, kain ulos berarti permohonan, dengan titipan doa kepada Tuhan agar setiap rencana dan cita-citanya diberkati.

"Dengan ulos kami berikan kepada bapak dan ibu. Kami berharap, kami berdoa, kami bercita-cita, agar segala rencana bapak dan ibu, menjadi wakil presiden Republik Indonesia, kiranya Tuhan meluluskan rencana itu," kata Pendeta Darwin dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Jumat (5/10).

Sehelai ulos lalu dikalungkan di sekeliling Kiai Maruf dan istri. Ditimpali juga dengan peribahasa Batak, yang disebut umpasa, bermakna bahwa kemanapun Kiai Maruf dan istri melangkah akan selalu mendapatkan kebaikan.

"Bila kami memberi ulos ini, dimanapun kami berada, kami selalu mendukung dan berdoa untuk bapak. Kami bahagia, kunjungan bapak ini akan membawa makna dan kesejukan bagi kita bersama," paparnya.

Sebelum menerima ulos, Ma'ruf Amin diberi waktu untuk bicara di hadapan ephorus dan petinggi HKBP serta sejumlah gereja kristiani lainnya. Kiai Maruf mengawali pernyataannya dengan salam. "Assalamualaikum," kata Kiai Maruf, yang djawab 'Waalaikumsalaam' oleh peserta acara.

Ma'ruf bicara soal Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan negara yang final, sebagai sebuah kesepakatan hidup bersama dalam wadah NKRI. Disampaikannya bahwa selama ini kerukunan bisa terjaga karena upaya bersama yang dilakukan antar komunitas umat beragama.

Dia juga bicara berbagai potensi permasalahan yang timbul dalam kehidupan antarumat beragama. Sebagai contoh adalah soal ijin membangun rumah ibadah. "Maka kita harus cepat selesaikan konflik, dan negara harus hadir mengambil peran," katanya.

Karena, lanjut Ma'ruf, kedamaian akan bisa tercipta kalau ada saling pengertian dan membudayakan ditoleransi. Juga tidak selalu mencari-cari kesalahan.

"Marilah bangun bangsa ini di atas prinsip saling pengertian. Kita bangun negara ini bersama-sama untuk menghilangkan kesenjangan," imbuhnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up