JawaPos Radar

Romy: Tokoh-tokoh Oposisi Mata Hatinya Tertutupi Kebencian

06/10/2018, 00:45 WIB | Editor: Budi Warsito
Romy: Tokoh-tokoh Oposisi Mata Hatinya Tertutupi Kebencian
Ketua Umum PPP, Muhammad Romahurmuziy saat menghadiri acara Santiaji Politik Caleg dan Pengurus PPP DPD Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ketua Umum PPP, Muhammad Romahurmuziy mengomentari perihal kebohongan Ratna Sarumpaet yang menjadi viral dan menyita perhatian banyak pihak. Pria yang akrab disapa Romy itu menganggap, apa yang dilakukan tokoh-tokoh oposisi dengan memberikan statement terkait kabar Ratna Sarumpaet dikeroyok, mata hatinya sudah tertutup dengan kebencian.

"Statement-statement itu, dilakukan dengan bahasa yang menunjukkan kebencian. Membabi-buta menutupi kearifan," ujar Romy saat menghadiri acara Santiaji Politik Caleg dan Pengurus PPP DPD Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) di Asrama Haji Jalan Ringroad Utara, Kabupaten Sleman, Jumat (5/10) malam.

Mestinya lanjut Romy, sebagai seorang pemimpin, para tokoh oposisi bahkan termasuk tokoh yang sangat berumur juga termasuk pimpinan lembaga negara mata hatinya jangan sampai tertutupi oleh kebencian.

Ia menduga apa yang telah dilakukan oleh Ratna Sarumpaet merupakan strategi playing victim yang menganggap dirinya seolah menjadi korban. "Pertama dia mencoba-coba melakukan kebohongan sedemikian rupa. Sehingga, membuat seolah-olah Pemerintah membiarkan kekerasan itu terjadi. Disertai dengan hiperbolisme statement yang dilakukan oleh para tokoh oposisi," jelasnya.

Lebih lanjut Romy menyatakan apresiasinya dengan kinerja Polri yang dengan sigap mengungkap kasus ini. Untuk itu, selanjutnya pihaknya meminta kepada Polri, supaya bisa sampai pada kesimpulan apakah ini adalah pribadi Ratna Sarumpaet ataukah memang orkestrasi (drama) yang dibangun oleh oposisi untuk melakukan strategi playing victim.

"Namun, apabila memang ternyata ini tidak terbukti orkestrasi maka penyidik tetap harus melanjutkan kasus Ratna Sarumpaet sebagai pelajaran. Sekaligus untuk mengingatkan seluruh bangsa Indonesia terhadap apa yang sudah berseliweran di media massa," tandasnya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up