JawaPos Radar

Polemik Tunggakan Klaim BPJS, Ganjar Minta Politik Kesehatan Diubah

05/10/2018, 23:40 WIB | Editor: Budi Warsito
Polemik Tunggakan Klaim BPJS, Ganjar Minta Politik Kesehatan Diubah
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau gedung utama Asyratul Kiram, Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus di Kudus, Jumat (5/10). (Dok. Tim media Ganjar-Yasin)
Share this image

JawaPos.com - Polemik tunggakan klaim BPJS turut menjadi perhatian serius Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo. Ia berpendapat, persoalan ini tak akan selesai apabila politik kesehatan di Indonesia masih bergerak di hilir.

"Kalau hari ini bicaranya hanya tentang politik kesehatan di hilir dengan menjamin semua masyarakat yang sakit, pasti semua senang. Namun dampaknya saat ini, orang sakit kecil saja langsung datang ke rumah sakit," katanya saat meresmikan gedung utama Asyratul Kiram, Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus di Kudus, Jumat (5/10).

Hal ini, kemudian membuat ada perasaan kurang mantap jika tak datang ke rumah sakit. Puskesmas maupun fasilitas tingkat satu, akhirnya enggan mereka sambangi.

"Akibatnya, semua orang sakit pergi ke rumah sakit. Rumah sakit jadi penuh, disuruh antre ndak mau. Malah marah-marah dan menjelek-jelekkan rumah sakit di media sosial. Permasalahan itulah yang selama ini terjadi," tegasnya.

Oleh karenanya, Ganjar beranggapan bahwa, politik kesehatan di Indonesia harus segara diubah dan lebih konsentrasi pada penanganan di hulu. Yakni, dimulai dari masyarakatnya sendiri melalui penanaman pola hidup sehat.

Ia meminta masyarakat untuk lebih banyak bergerak, mengkonsumsi buah dan sayur menyehatkan, menjaga kebersihan tubuh serta lingkungan dan lain sebagainya. "Kalau itu dilakukan dan menjadi sebuah gerakan, maka tidak akan ada orang sakit, kalau tidak sakit tidak usah datang ke rumah sakit, tidak ada klaim BPJS dan seterusnya," terangnya.

Ganjar menilai, masyarakat yang tak menerapkan pola hidup sehat menjadi awal atau alasan mengapa mereka berobat itu tadi. Atau lebih tepatnya menjadi mudah sakit.

"Maka dari itu, sosialisasi untuk permasalahan ini harus massif, agar kesadaran masyarakat untuk hidup sehat itu bisa tumbuh," tambahnya.

Lebih lanjut, dalam peresmian gedung baru RSI Sunan Kudus, Pria berambut putih itu tak lupa berpesan kepada pengelola untuk senantiasa melayani masyarakat sebaik-baiknya. Jangan hanya menekankan kepentingan bisnis belaka.

"Harus ditekankan dalam pelayanan kepada masyarakat. RSI Sunan Kudus harus terlibat dalam suksesnya perubahan politik kesehatan di Indonesia," tandasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up